KONSTRUKSI BAHASA GURU PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI PADA KEGIATAN AWAL PEMBELAJARAN [Language Construction of Female and Male Teachers in the Beginning of Learning Activities]
DOI:
https://doi.org/10.26499/ttbng.v9i1.240Keywords:
gender, Lakoff, language, syntax, womenBahasa, sintaksis, wanitaAbstract
Women and men have their own unique language. This study aims to describe the language used by female and male teachers in the beginning of learning activities especially in checking students’ attendance and reviewing previous lesson. This research is a qualitative research using the observation method. The data collected was in the form of utterances from 10 female teachers and 10 male teachers when they carried out the beginning of learning activities. The data is then analyzed using Lakoff's theory of the existence of women's language and supported by other relevant theories. Lakoff believes that syntactic constructs that are more freely used by women are the use of the question label form. The results showed that female teachers express their intentions indirectly by using question sentences, using standard language and showing friendly attitude by smiling when they talk while male teachers express their goals directly using statement sentences or affirmative sentences, unstandard words, and with flat attitude showing their wisdom Perempuan dan laki-laki memiliki keunikan masing-masing dalam berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa yang digunakan oleh guru perempuan dan laki-laki pada kegiatan awal pembelajaran khususnya dalam mengecek kehadiran peserta didik dan mengulas kembali materi pelajaran sebelumnya. Data yang berhasil dikumpulkan berupa ujaran-ujaran dari 10 guru perempuan dan 10 guru laki-laki pada saat mereka melaksanakan kegiatan awal pembelajaran. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan teori Lakoff tentang keberadaan bahasa perempuan dan didukung teori-teori lain yang relevan. Lakoff percaya konstruksi sintaksis yang lebih bebas digunakan perempuan adalah penggunaan bentuk label pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru perempuan mengungkapkan maksudnya secara tidak langsung yaitu dengan menggunakan kalimat tanya, cenderung menggunakan bahasa baku dan dengan menunjukkan sikap ramah yang ditandai dengan tersenyum ketika berujar sedangkan guru laki-laki mengungkapkan tujuannya secara langsung dengan menggunakan kalimat pernyataan atau kalimat berita, cenderung menggunakan kata tidak baku yang menunjukkan apa adanya dirinya, serta dengan sikap datar yang menunjukkan kewibawaan .References
Adriana, I. 2012. “Bahasa dan Gender: Antara Dominasi dan Subordinasi ( Sebuah Kajian Sosiolinguistik)”. OKARA Vol. II Tahun 7 hal. 151-164.
Alisyahbana, ST. 1983. Tata Bahasa Baru Jilid I. Jakarta: Dian Rakyat.
Amin, MS. 2018. “Perbedaan Struktur Otak dan Perilaku Belajar Antara Pria dan Wanita; Eksplanasi dalam Sudut Pandang Neuro Sains dan Filsafat”. Jurnal Filsafat Indonesia, Vol. 1 No 1 hal. 38-43.
Bohner, G. & Wankle, M. 2002. Attitude and attitude change. Hove: Psychology Press.
Chaer, A. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
_________.2000. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬_________. 2009. Sintaksis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
_________. 2011. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
_________. Leonie, A. 1995. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Devianty, R. 2017. “Bahasa Sebagai Cermin Budaya”. Jurnal Tarbiyah Vol. 24 No. 2. Hal. 226-245.
Dwiraharjo, M. 2001. Bahasa Jawa Krama. Surakarta: Pustaka Cakra Surakarta.
Harahap, R. & Mulyadi. 2018. “kata Tanya Dalam Konstruksi Interogatif Bahasa Mandailing”. School Education Journal Vol. 8 No. 1 hal. 56-65.
Harsa, FS. 2017. “Analisis Ketrampilan Mengajar Guru terhadap Pembelajaran Matematikan di Kelas X SMK”. Jurnal Pelangi Vol. 9 No. 2 Hal. 79-87.
Jesperson, O. 1922. Language: its nature, development and origin. London:Allen & Unwin.
Jupriono, D. “Selayang Pandang Ketimpangan Gender dalam Bahasa Indonesia”. Parafrase Vol. 10 No. 01 hal. 33-39.
Kridalaksana, H. 2001. Kamus Linguistik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Kuntjara, E. 2004. Gender, Bahasa dan Kekuasaan. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Lakoff, R. 2004. Language and Woman's Place: Text and Commentaries (edisi revisi dan diperluas; dieditori oleh Mary Bucholtz). New York: Oxford University Press.
________. 1975. Language and woman’s Place. New York: harper & Row Publisher.
Mahmudah, Z. 2019. “Pekerja Perempuan di Tambang: Bentuk Negosiasi Kesetaraan Gender dalam Dunia Kerja Maskulin”. Jurnal Aspikom Vol. 3, No. 6.hal. 1228-1242.
Moeliono, A. 1976. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Murphy, R. 1998. English Grammar in Use”. United Kingdom: Cambridge University Press.
Nugraheni, Y. 2011. “Implikatur Percakapan Tokoh Wanita dan Tokoh Laki-Laki dalam Film Harry Potter and The Goblet of Fire”. Lensa Volume 1 No. 2 Juli-Desember 2011.hal. 183-192.
Oppermann, K., Weber, E. 1995. Frauensprache-Mannersprache. Die verschiedenen Kommunikationsstile von Mannern und Frauen. Zurich: Orell Fussli Verlag.
Pratiwi, H.A. 2017. “Representasi Kesetaraan Gender pada Iklan (Tinjauan Semiotika Citra Laki-Laki dalam Keluarga pada Iklan Televisi”. Jurnal Desain Vol. 4, No 03.hal. 212-230.
Prastiwi, L.R. 2020. “Polemik Dalam Karir Perempuan Indonesia”. Jurnal Komunikasi dan Kajian Media Vol. 4, No. 1.hal. 1-11.
Prayitno, HJ. 2009. “Perilaku Tindak Tutur Berbahasa Pemimpin dalam Wacana Rapat Dinas: Kajian Pragmatik dengan Pendekatan Jender”. Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 21, No. 2, Desember 2009: 132-146.
Santoso, A. 2007. “Beberapa Catatan Tentang Bahasa Perempuan: Perspektif Analisa Wacana Kritis”. Diksi Vol. : 14 No. 2 Juli 2007. Hal. 111-121.
Sasangka, SSTW. 2014. Kalimat. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian pendidikan dan Kebudayaan. Desember 2015.
Sholeh, M. 2007. “Perencanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Geografi Tingkat SMA Dalam Konteks KTSP”. Jurnal Geografi: Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian 4 (2) hal. 129-137.
Sobara, I. Ardiyani, DK. 2013. “Sikap Bahasa Mahasiswa Laki-Laki dan Perempuan di Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang”. BAHASA DAN SENI Tahun 41, No. 1 hal. 93-105.
Suhaeb, LAS. Asri, WK. 2009. “Bias Jender dalam Perbedaan Penggunaan Bahasa oleh Pria dan Wanita”. Linguistik Indonesia Tahun ke 27 No. 2, Agustus 2009.hal. 247-255.
Trudgill, P. 1984. Sociolinguistics. Harmonsworth: Penguin Books.
Wibowo, PAW. 2012. “Bahasa dan gender”. LITE. Volume 8 No.1 Maret 2012. Hal. 15-23.
https://www.panduanmengajar.com/2017/03/inilah-penyebab-sekolah-swasta-makin-maju-dan-banyak-diminati.html
https://kbbi.kemdikbud.go.id/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

Jurnal Totobuang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








