WACANA POLITIK SPANDUK MIILENIAL ROAD SAFETY FESTIVAL: ANALISIS WACANA KRITIS NOURMAN FAIRLOUGH [Political Discourse of Milenial Road Safety Festival: Nourman Fairlough's Critical Discourse Analysis]

Authors

  • Nursalam - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon
  • Irvan Mustafa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon
  • Nurhikmah - UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAKASSAR

DOI:

https://doi.org/10.26499/ttbng.v7i2.144

Keywords:

Discourse, politics, banners, Nourman Fairlough, Wacana, politik, spanduk

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana politik dalam spanduk millenial road safety millennial. Metode penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairlough. Sumber data penelitian ini adalah gambar spanduk millenial road safety festival dan tuturan verbal masyarakat millenial. Teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi dan wawancara mendalam. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Tahap analisis data dalam penelitian ini ada tiga, yakni tahap (1) reduksi, (2) penyajian, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) wacana politik dalam teks spanduk millenial road safety festival ditonjolkan melalui foto Jokowi sebagai ikon dalam spanduk tersebut sehingga dinilai dapat menguatkan citranya, (2) discourse practice (penciptaan teks dan konsumsi teks) dalam wacana politik spanduk millenial road safety festival menegaskan bahwa sasaran utamanya adalah kalangan remaja atau millennial demi menekan tingkat pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, dan (3) sociocultural practice (praktik sosial) dalam wacana politik spanduk millenial road safety festival didasarkan tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang didominasi oleh kalangan  millennial.This study aims to analyze political discourse in millennial road safety  banners. This research method uses Norman Fairlough's critical discourse analysis. The data source of this research are the millennial picture of the road safety festival banner and the verbal speech of the millennial community. Data collection techniques are done through documentation study and in-depth interviews. This research is a qualitative research by descriptive analysis. There are three data analysis stages in this study, they are (1) reduction, (2) presentation, and (3) conclusion drawing. The results of this study indicate that (1) political discourse in the millennial road safety festival banner text is highlighted through Jokowi's photo as an icon so it is able to strengthen his image, (2) discourse practice (text creation) in the political discourse of the millennial road safety festival banner confirms that the main target is adolescents or millennial in order to reduce the level of violations and traffic accidents, and (3) sociocultural practice in the political discourse of the millennial road safety festival banner based on the high level of traffic accidents in Indonesia which is dominated by millennial.

Author Biographies

Nursalam -, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon

Nursalam lahir pada tanggal 29 Desember 1990 di Bonto Boddia, Kec. Bajeng, Kab. Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Pendidikan S 1 ditempuh di Universitas Negeri Makassar dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Pendidikan Magister (S2) ditempuh di Universitas Negeri Malang Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Saat ini Nursalam tercatat sebagai tenaga pengajar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon

Irvan Mustafa, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon

Irvan Mustafa lahir di Sinjai 24 Oktober 1993. Irvan Mustafa menyelesaikan pendidika S1 di Universitas Negeri Makassar pada tahun 2015 dengan Program Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi. Kemudian menyelesaikan pendidikan S2 di UNM pada tahun 2018. Saat ini Irvan Mustafa tercatat sebagai tenaga pengajar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon

Nurhikmah -, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAKASSAR

Nurhikmah lahir di Bonto Boddia pada tanggal 24 Februari 2001. Saat ini Nurhikmah tercatat aktif sebagai mahasiswa prodi PGMI di UIN Makassar

References

Annas, Akhirul dan Rana Akbari Fitriawan. (2018). “Media dan Kekerasan: Analisis Norman Fairclough Terhadap Pemberitaan Tarung Gladiator”. Jurnal Sospol. Vol 4, No 1. Edisi Januari-Juni 2018. hal. 37 — 54.

Azda, Rofadhila. (2014). Isu Politik di Ruang Publik (Wacana Politik dalam Komunikasi Antarpengunjung Keudee kupi di Banda Aceh Sepanjang Maret 2014). Tesis. Yogyakarta: Universits Gadjah Mada.

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana. Yogyakarta: Lkis.

Fairclough, Norman. (2013). "Critical discourse analysis and critical policy studies, Critical Policy Studies”. Routledge. Vol 7, No 2. hal 177 — 197. Gatra.com.(https://www.gatra.com/detail/ne ws/393092-Mahasiswa Tanjungpinang Protes-Foto- Jokowi-dalam-Poster-MRSF-2019). Artikel. Diakses 7 September 2019.

Hughes, R. L., Ginnet, R. C., dan Curphy, G. J. (2009). Leadership: Enhancing the Lessons of Experience, 6th Edition. McGraw- Hill International Edition: Singapore.

Ismail, Asri. (2018). Praktik Kekuasaan Bahasa Perempuan Bugis Guru Bahasa Indonesia Dalam Wacana Kelas. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Malang.

Kim, Jonghun. (2015). “The Politics of Inclusion/Exclusion: Critical Discourse Analysis on Multicultural Education Policy Documents in South Korea, Multicultural Education Review”. Routledge. Vol 6, No 2. hal. 1 — 24. Kompas.(https://nasional.kompas.com/read/2 019/03/20/14545811/di-balik survei- litbang- kompas-darpenentuan- responden- hingga-cara- kerja?page=all). artikel. Diakses 20 Mei 2019.

Kompas.(https://otomotif.kompas.com/re ad/2019/01/1 8/082200615/jumlah- korban kecelakaan-lalu-lintas- di-indonesia- harus-turun). Artikel. Diakses 20 Mei 2019.

Miles, Matthew B dan Huberman, A. Michael. (2014). Analisis Data Kualitatif: Buku SumberTentang Metode-Metode Baru. Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).

Munfarida, Elya. (2014). “Analisis Wacana Kritis dalam Perspektif Norman Fairclough”. Jurnal Komunika. Vol 8, No 1. Edisi Januari-Juni 2014. hal.1 —19.

Saraswati, Saraswati dan Ni Wayan Sartini. (2017). “Wacana Perlawanan Persebaya 1927 terhadap PSSI: Analisis Wacana Kritis Norman Fairlough”. Jurnal Mozaik Humaniora. Vol 17, No 2. Edisi 1, 2017. hal.181 — 191.

Siswanto, Angger dan Poppy Febriana. (2016). “Representasi Indonesia dalam Stand Up Comedy (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough dalam Pertunjukan Spesial Pandji Pragiwaksono ‘Mesakke Bangsaku’)”. Kanal (Jurnal Ilmu Komunikasi). Vol 5, No 2. Edisi Maret 2017. hal. 121 — 130.

Tenriawali, A. Yusdianti. (2018). “Representasi Korban Kekerasan dalam Teks Berita Daring Tribun Timur: Analisis Wacana Kritis”.Jurnal Totobuang. Vol 6, No 1. Edisi Juni 2018. hal 1 — 15

Wahyuni, Lilik. (2008). “Kekuasaan Simbolik dalam Wacana Politik di Media Cetak”. Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra. Vol 20, No 2. Edisi Desember 2008. hal 108 — 120.

Yunidar Nur, (2010). “Representasi Kekuasaan dalam Wacana Politik (Kajian Etnografi Komunikasi)”.Jurnal Academica. Vol 2, No 1. Edisi Februari 2010. hal. 289 —300.

Downloads

Published

2019-12-30

How to Cite

-, N., Mustafa, I., & -, N. (2019). WACANA POLITIK SPANDUK MIILENIAL ROAD SAFETY FESTIVAL: ANALISIS WACANA KRITIS NOURMAN FAIRLOUGH [Political Discourse of Milenial Road Safety Festival: Nourman Fairlough’s Critical Discourse Analysis]. TOTOBUANG, 7(2). https://doi.org/10.26499/ttbng.v7i2.144

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.