NILAI MORAL DALAM SYAIR KABANTI GANDA DI KELURAHAN WABOROBO KECAMATAN BETOAMBARI KOTA BAUBAU [Moral Values In Syair Kabanti Ganda Waborobo Village, Betoambari District, Baubau City]

Authors

  • Nadir La Djamudi Universitas Buton

DOI:

https://doi.org/10.26499/ttbng.v6i2.92

Keywords:

Moral Value, Syair Kabanti Ganda, Nilai Moral

Abstract

Formal research to describe moral values in Syair Kabanti Ganda Waborobo Village, Betoambari District, Baubau City. This study used descriptive qualitative method. Research data in the form of speech in the form of words, sentences that contain moral values in the Syair Kabhanti Ganda verse. Data collection uses recording techniques and note-taking techniques. The right moral values of the 3 syair Kabanti Ganda; (1) Moral Value in Kabanti Ngkitaana: (a) Principle of Good Attitude; human awareness of the existence of humanity. (b) the principle of harmony; call for harmony for green people because we are one origin. (2) Moranti Value of Kabanti Yoai: (a) Good Attitude Principle in the form of tabe words when passing in front of a person or many people or during a meeting. (b) The principle of harmony in the form of mutual advice and respect for one another. (c) Respectful Principles in the form of respect and submission to the mother. (3) The Moral Value of Yoisa Kabanti: (a) The principle of harmony in communication that is very tolerant and moves between brothers and sisters. (b) The principle of Respect in the form of singing respects and obeys his brother. That is the case, singing brother must love his sister. (c) The Godhead Principle in the form of belief in the provisions of the Lord. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral dalam Syair Kabanti Ganda Kelurahan Waborobo, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau. Penelitian lapangan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan dalam bentuk kata, kalimat yang mengandung nilai moral dalam syair Kabhanti Ganda. Pengumpulan data menggunakan teknik rekam dan teknik catat. Nilai moral 3 syair Kabanti Ganda  yang berjudul; (1) Nilai Moral dalam Kabanti Ngkitaana: (a) Prinsip Sikap Baik; pentingnya kesadaran manusia akan eksistensi kemanuasiaan. (b) Prinsip Kerukunan; seruan untuk rukun bagi umat umat manusia karena kita satu asal. (2) Nilai Moral Kabanti Yoai: (a) Prinsip Sikap Baik dalam bentuk kata tabe disaat melintas di depan seseorang atau banyak orang atau disaat meninggalkan pertemuan. (b) Prinsip Kerukunan dalam bentuk sikap saling menasihati dan saling memperhatikan satu sama lain. (c) Prinsip Hormat dalam bentuk hormat dan patuh kepada ibu. (3) Nilai Moral Kabanti  Yoisa: (a) Prinsip Kerukunan dalam komunikasi yang sangat toleran dan saling mengindahkan di antara adik dan kakak. (b) Prinsip Hormat dalam wujud  sang adik menghormati dan patuh kepada kakaknya. Demikian pulan, sang kakak harus menyayangi adiknya. (c) Prinsip Ketuhanan dalam wujud keyakinan atas ketetapan Tuhan.

References

Apitukey, Leo. 2010. Struktur Sastra Lisan Totemboan. Jakarta: Depdikbud

Baker, S.J.W.J. 2011. Filsafat Kebudayaan sebuah Pengantar. Yogyakarta: Kanisius

Danandjaja, James. 2011. Folklor Indonesia (Ilmu Gosip, Dongeng, Dan Lain-lain). Jakarta: Gratin

Darmadi, Hamid. 2010. Dasar Konsep Pendidikan Moral. Bandung: Alfabet.

Depdikbud. 2009. Sastra Lisan Dairi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa

Ema, Husna. 2010. Apresiasi sastra Indonesia. Bandung: Angkasa

Gafar, Zainal Abidin. 2011. Struktur Sastra Lisan Musi. Jakarta: Depdikbud

Harimanto dan Winarno. Mustopo, 2012. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta Timur: Bumi Aksara.

Kridalaksana, Harimukti. 2012. Kamus Linguistik II. Bandung: Angkasa

Mustopo, M. Habib. 2012. Ilmu Budaya Dasar, Kumpulan Esai dan Budaya. Surabaya: Usaha Nasional

Ratna, Nyoman Kutha. 2015. Teori Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Salam, B. 2013. Etika Individual (Pola Dasar Filsafat Moral). Jakarta: Rineka Cipta.

Sarjono, Partin. 2013. Pengantar Pengkajian Sastra. Bandung: Pustaka Wina

Setia, Edy. 2014. Fungsi dan Kedudukan Sastra Melayu Serdang. Jakarta: Balai Pustaka

Simanjuntak, B. Simorangkir. 2015. Kesusastraan Indonesia I dan II. Jakarta: Pembangunan

Suprihadi, Sastro Supono. 2010. Menghampiri Kebudayaan. Bandung: Pustaka Wina

Soemardjan, Selo dan Soelaeman Soenardi. 2012. Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Suseno, F. M. 2011. Etika Dasar: Masalah-masalah Pokok Filsafat Moral.Yogyakarta: Kanisius.

Suseno, F. M. 2010. Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi tentang KebijaksanaanHidup Jawa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Teeuw, A. 2010. Khasanah Kesusastraan Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Tylor, E.B. 2014. Primitive Culture. (Terjemahan Oleh Anonim). New York; Brentano's.

Wahid, Sugira. 2015. Kapita Selekta, Kapita Sastra. Makassar: Berkah Utami

Zainal, Abdul Razak, dkk. 2016. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Balai Pustaka

Zubair, A. C. 2016. Kuliah Etika. Jakarta: Rajawali Press.

Zulvita, Eva, dkk. 2013. Wujud Arti dan Fungsi Puncak-Puncak kebudayaan Asli dan Lama Bagi Masyarakat Pendukungnya. Jambi: Depdikbud

Downloads

Published

2019-03-23

How to Cite

Djamudi, N. L. (2019). NILAI MORAL DALAM SYAIR KABANTI GANDA DI KELURAHAN WABOROBO KECAMATAN BETOAMBARI KOTA BAUBAU [Moral Values In Syair Kabanti Ganda Waborobo Village, Betoambari District, Baubau City]. TOTOBUANG, 6(2), 283–296. https://doi.org/10.26499/ttbng.v6i2.92

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.