KONSTRUKSI SOSIAL PEPATAH TRADISIONAL DAN ATURAN ADAT UNTUK KESEIMBANGAN EKOLOGI [Social Construction of Traditional Proverb and Customary Law For Balancing Ecology]
DOI:
https://doi.org/10.26499/ttbng.v6i1.78Keywords:
Traditional Proverb and Custamary Law, social Construction, Ecology, Pepatah Tradisional dan Hukum Adat, Konstruksi Sosial, EkologiAbstract
Traditional proverb is a language expression that is used as a tool to legitimize knowledge in a society. Lombok people have local knowledge that came from proverb and customary law that solved the ecology’s problem that increase today. Language ass traditional proverbs and customary law are used as the tools to construct people’s thought toward social awareness through internalization . The study aimed to analyze the proverb and costumary law which has used as the tools to construct social awareness. The study also discussed about kinds of traditional proverbs and customary law and their appearance, how the social contruction which related to ecology could construct people’s awareness in west Nusa Tenggara through proverbs and customary law, and how individual and society practiced their culture, such as keeping ecology, after internalizing the values. . The results showed that the change of social structure that caused by the change of dinamical power had contributed to knowledge and people’s awareness of the environment. Language was the representative of the symbolical legitimation of the law which was expressed in traditional proverbs and custamry law. These proverbs and customary law are used to construct people’s awareness from generation to generation through internalizing the values.Pepatah tradisional merupakan ekspresi berbahasa yang menjadi sarana dalam legitimasi pengetahuan masyarakat. Masyarakat Lombok memiliki pengetahuan lokal yang berasal dari pepatah tradisional dan hukum adat yang dapat mengatasi masalah-masalah ekologi yang kini semakin meningkat . Bahasa dalam ungkapan tradisional dan hukum adat digunakan sebagai alat untuk mengonstruksi pola pikir masyarakat terhadap kesadaran sosial melalui proses internalisasi . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pepatah tradisional dan hukum adat yang digunakan sebagai alat untuk mengonstruksi kesadaran sosial. Permasalahan yang dibahas adalah pepatah tradisional dan hukum adat apa saja yang muncul dan bagaimana konteks kelahirannya, bagaimana konstruksi sosial yang berhubungan dengan ekologi bekerja melalui ungkapan tradisional dan hukum adat untuk membentuk kesadaran masyarakat Nusa Tenggara Barat, dan bagaimana praktek budaya, dalam diri individu dan masyarakat, seperti menjaga ekologi di Nusa Tenggara Barat, setelah nilai-nilai itu terinternalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sosial yang berubah di masyarakat sebagai akibat dari dinamika kekuasaan yang berubah telah berkontribusi terhadap pengetahuan dan membentuk kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup. Bahasa merupakan representasi simbol legitimasi aturan masyarakat yang muncul dalam pepatah tradisional dan hukum adat. Pepatah tradisional dan hukum adat digunakan untuk mengonstruksi kesadaran masyarakat dari generasi ke generasi melalui proses internalisasi nilai.References
Achdian, Andi. 2015. “Leuwung Hejo Masyarakat Ngejo (Hutan Hijau Masyarakat Sejahtera):Konstruksi Politik Hijau dan Siasat Politik Kontemporer dalam Tradisi Lisan Masyarakat Kasepuhan Kawasan Hutan Lindung Gunung Halimun, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten”, dalam Merayakan Keberagaman Tradisi Sebagai Warisan Budaya prosiding Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan IX Wakatobi, 12-15 Juni 2015.
Adawiyah, Muazzatun. 2009. Pendidikan Pesantren Menurut Pemikiran Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Tesis Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. (http://digilib.uinsuka.ac.id/6932/1/BAB%20I%2C%20V%2C%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf) diakses tanggal 17 Mei 2018.
Berger, Peter L and Luckmann, Thomas. 1967. The Social Construction of Reality A Treatise In The Sociology of Knpowledge. New York: Penguin Press
Bonita MK dalam Sadikin, Pipin Noviati., Arifin, Hadi Susilo., Pramudya, Bambang., Mulatsih, Sri. 2017. “Carrying Capacity to Preserve Biodiversity on Ecotourism in Mount Rinjani National Park, Indonesia”. Biodiversitas. Vol.18, No. 3. hlm. 978—989.
Cederroth, Sven. 1981. The Spell of The Ancestors And The Power of Mekkah A Sasak Community on Lombok. Sweden: Vasastadens Bokbinderi.
Darman, Faradika. 2017. “Representasi Manusia dan Alam dalam Puisi Aku, Hutan Jati dan Indonesia Karya Yacinta Kurniasih”. Totobuang, Vol.5, No. 2. hlm. 243—254.
Hardiman. 2015. “Mengkreasi Produk Kajian Ekolinguistik terhadap Tradisi Lisan Kabjanti di Muna: Menuju ke Arah Penguatan Kajian Eco-Oral Tradition dalam Merayakan Keberagaman Tradisi Sebagai Warisan Budaya prosiding Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan IX Wakatobi, 12--15 Juni 2015.
Jerome, Brunner. 1991. The Narrative Construction of Reality. In the Critical Inquiry 18. (Autumn 1991), The University of Chicago.
Lamadira, Asrif. 2015. “Mitos Imbu Pada Masyarakat Wakatobi”. Tradition dalam Merayakan Keberagaman Tradisi Sebagai Warisan Budaya prosiding Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan IX Wakatobi, 12--15 Juni 2015.
Riggs, Rebecca A., Langston, James D., Margules, Chris., Boedhihartono, Agni Klintuni ., She Lim, Han., Sari, Dwi Amalia., Sururi, Yazid., Sayer, Jeffrey. 2018. “Governance Challenges in an Eastern Indonesian Forest Lanscape”. Sustainability, Vol. 10, No. 169 . doi:10.3390/su10010169. (www.mdpi.com/journal/sustainability), diakses tanggal 17 Mei 2018.
Riyanto, Geger. 2009. Peter L Berger Perspektif Metatoeri Pemikiran. Jakarta: LP3S
Suprapto. 2015. “Religious Leaders and Peace Building The Roles of Tuan Guru and Pedanda in Conflict Resolution in Lombok Indonesia”. Al-Jāmi‘ah: Journal of Islamic Studies. Vol. 53, no.1. hlm. 225-250. DOI. 10.14421.
Taena1, La., Sailan, Zalili., Nalefo, La., Basri, Ali., Laepe, Ader., Samsul., Helmina, Siti., Miliha, La., Kuasa, Wa. 2016. “The Cultural Tradition of Falia in Preserving Forest by Munanese Ethnic”. Journal of Sustainable Development. Vol. 9, No. 5. hlm. 200-206.
Wahyudewantoro, Gema. 2018. “The Fish Diversity of Mangorove Waters in Lombok Island, West Nusa Tenggara, Indonesia”. Biodiversitas. Vol. 19, no.1. hlm. 71-76.
Zaelani, Kamaluddin. 2007. Satu Agama Banyak Tuhan. Mataram: Pantheon Media Pressindo.
Sumber Internet
Asia Ifada Org. 2012. Kerusakan Ekosistem Mangrove dan Upaya Pelestariannya di kabupaten Lombok Barat. https://asia.ifad.org/web/indonesia/home/-/news/6160/newsletter. Diakses 12 Desember 2015.
Yayasan Terumbu Karang Indonesia. Terumbu Karang: Manfaat Ekologi dan Ekonomi, Beserta Faktor Pengancamnya. https://www.slideshare.net/terangi2011/terumbu-karang-manfaat-ekologi-dan-ekonomi-beserta-faktor-pengancamnya. diakses 7 November 2015
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

Jurnal Totobuang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








