SEJARAH SASTRA LOKAL MALUKU: SEBUAH STUDI AWAL [The History of Maluku’s Local Literature: an Initial Study]

Authors

  • Falantino Eryk Latupapua Universitas Pattimura

DOI:

https://doi.org/10.26499/ttbng.v5i1.54

Keywords:

literature, Maluku, synchronic, diacronic, sastra, sinkronik, diakronik

Abstract

This article is intended as an introduction or an initial study of the history of Maluku’s written literature, either syncronic or  diachronic perspective. As an important term, history of literature which uses in this article refers to the sequence of literary works, authors, and literary events that has occurred over a long period of time.Those periods of time have spread over European colonialism to the most recent period. The elements linked in this paper are based on the main concept from the formalists called ‘the dominant’. The dominant is one of common concept in the history of literature studies, spesifically in formalist literature which sees it as the 'dominant' process of shifting over a period of time. The data and facts in this paper were obtained based on a summary of the written sources and documentation that obtained by authors from various other relevant sources through the books survey methods from other experts, in their studies before. Artikel ini dimaksudkan sebagai sebuah pengantar atau suatu penelusuran awal tentang sejarah kesusastraan (sastra tulis) di Maluku, baik secara sikronik maupun secara diakronik. Istilah sejarah sastra yangmenjadi istilah kunci dalam artikel ini menunjuk pada deretan karya, pengarang, serta peristiwa-peristiwa sastra yang terjadi dalam rentang waktu yang panjang, sejak masa kolonialisme hingga periode paling mutakhir. Anasir-anasir yang dihubungkan dalam tulisan ini didasarkan pada prinsip kaum formalis the dominant, atau ‘yang dominan’, yakni konsep sejarah sastra formalis yang memandang sejarah sastra sebagai perubahan yang ditimbulkan melalui proses pergeseran ‘yang dominan’ tersebut dalam kurun waktu tertentu. Data dan fakta dalam tulisan ini diperoleh berdasarkan rangkuman yang dilakukan terhadap sumber-sumber tertulis dan dokumentasi yang diperoleh penulis dari berbagai sumber lainnya yang relevan melalui metode penelusuran pustaka yang ditulis oleh para ahli dalam studi-studi yang telah dilakukan sebelumnya.

References

Abdurachman, Paramita. 2008. Bunga Angin Portugis di Nusantara. Jakarta: LIPI Press, Asosiasi Persahabatan dan Kerja Sama Indonesia Portugal, Yayasan Obor Indonesia.

Atmazaki. 1990. Ilmu Sastra Teori dan Terapan. Padang: Angkasa Raya.

Collins, James T. 2006. “Sejarah Bahasa Melayu di Ambon. Makalah dalam Seminar Bahasa dan Budaya Maluku Tahun 2006: Melayu Ambon. Ambon

Deane, Shirley. 1979. Ambon, Island of Spices. London: Cox and Wyman Ltd, Fakenham and Reading.

Eneste, Pamusuk. 2001. Buku Pintar Sastra Indonesia. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Fofid, Rudi. (tanpa tahun). “Maluku, Tradisi Keindahan dan Jejak Sastra”. Makalah: tidak diterbitkan.

_________ (tanpa tahun). “Sastra Maluku Mulai Bangkit”. Artikel lepas.

Indradi, Arsyad. 2007. ”Penyair-Penyair Maluku”. Artikel dalam www.penyair-nusantara.blogspot.com, diakses tanggal 20 Desember 2015 pukul 19.30 WIT.

Kadir, Hatib Abdul. 2009. Bergaya di Kota Konflik–Mencari Akar Konflik Ambon Melalui Gaya Hidup Anak Muda. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

__________.2009. “Nyong Ambon Punya Gaya”: Imajinasi Gaya dan Identitas Tubuh Anak Muda Kota Ambon”. Makalah disampaikan dalam diskusi buku "Bergaya di Kota Konflik – Mencari Akar Konflik Ambon Melalui Gaya Hidup Anak Muda" tanggal 26 Maret 2009. Salatiga: Pusat Studi Kawasan Timur Indonesia Universitas Kristen Satya Wacana

Latupapua, F. E. 2008. “Sastra di Maluku; Marjinal atau Termarjinalkan?” Artikel lepas dalam Harian Marinyo Edisi 29 Agustus 2008. Ambon: Marinyo.

Leirissa R. Z. 2004. Ambonku: Doeloe, Kini, Esok. Ambon: Pemerintah Kota Ambon.

Pattikayhatu, J.A. 2007. Maluku Sebelum Kedatangan Bangsa Eropa dan Selama Penjajahan. Yogyakarta: PT. Citra Aji Parama.

Pieris, John. 2004. Tragedi Maluku: Sebuah Krisis Peradaban. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Pradopo, Rachmat Djoko. 2005. (Cet. III).Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ratnawati, Tri. 2006. Maluku dalam Catatan Seorang Peneliti. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rosidi, Ajip. 1991. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Bandung: Binacipta.

Sahusilawane, Florence. 2005. Cerita-Cerita Tua Berlatar Belakang Sejarah dari Pulau Seram. Ambon: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Sudjiman, Panuti. 1984. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Gramedia.

Todorov, Tzvetan. 1985. Tata Sastra (alih bahasa oleh K. S. Zaimar). Jakarta: Djambatan.

Tomasoa, T. 2000. Sejarah dan Perkembangan Sastra Indonesia di Maluku. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Umahuk, Dino. 2009. “Syaranamual dan Pelarian Terakhir yang Terlupakan” Artikel dalam Harian Suara Maluku, Sabtu 23 Mei 2009. Ambon: Suara Maluku.

Downloads

Published

2018-01-30

How to Cite

Latupapua, F. E. (2018). SEJARAH SASTRA LOKAL MALUKU: SEBUAH STUDI AWAL [The History of Maluku’s Local Literature: an Initial Study]. TOTOBUANG, 5(1), 107–119. https://doi.org/10.26499/ttbng.v5i1.54

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.