ANALISIS NILAI BUDAYA LEGENDA WAE SUSU MUJUALU DI NEGERI TEHUA [Analysis of Cultural Values Legend Wae Susu Mujualu in the Country Tehua]

Authors

  • Abdul Karim Tawaulu Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26499/ttbng.v5i1.52

Keywords:

oral literature, cultural value, Wae Susu Mujualu, sastra lisan, nilai budaya

Abstract

Oral literature in the midst of human civilization cannot be rejected because it is part of a social reality, especially for traditional communities. Social reality then turns into a set of bounded values and becomes local cognition of society that is called local wisdom. The perspective, the way of life and activity of traditional community is inseparable from those wisdom values. This study aims to reveal the cultural values that exist in Wae Susu Mujualu legend. Cultural value is the value omnipotence of God, honesty, human relationship with nature, and the value of responsibility. The method used in this research is descriptive qualitative analysis focusing on empirical data obtained in the field. To get accurate data hence researcher use interview technique, observation, and triangulation.Sastra lisan di tengah peradaban manusia tidak dapat ditolak karena iamenjadi bagian dari sebuah realitas sosial, apalagi bagi masyarakat tradisional.Realitas sosial itu kemudian berwujud menjadi tata nilai yang mengikat dan dijadikan sebagai pengetahuan lokal masyarakat pendukungnya yang disebut dengan kearifal lokal.Cara pandang, cara hidup, dan aktifitas hidup lainnya pada masyarakat tradisional tak dapat dilepaskan dari nilai-nilai kearifan itu.Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai budaya yang terdapat di dalam legenda Wae Susu Mujualu dengan instrumen utamanya adalah peneliti sendiri.Nilai-nilai budaya itu adalah nilai kemahakuasaan Tuhan, nilai kejujuran, hubungan manusia dengan alam, dan nilai tanggungjawab.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang memusatkan analisis pada data-data empiris yang diperoleh di lapangan.Untuk mendapatkan data yang akurat maka peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan triangulasi.

References

Amir, A. 2013.Sastra Lisan Indonesia. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Amir, H. 1991.Nilai-Nilai Etis dalam Wayang. Jakarta: Sinar Harapan.

Danandjaja, J. 2002. Folklor Indonesia (Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-Lain). Jakarta: Grafiti Pres.

Endraswara, S. 2008. Metodologi Penelitian Sastra (Epistemologi, Model, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Media Pressindo.

Hutomo, S. S. 1991. Mutiara Yang Terlupakan.Pengantar Studi Lisan. Surabaya: HISKI Komisariat Jawa Timur.

Koentjaraningrat.2002. Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Purwadi. 2009. Folklor Jawa. Yogyakarta: Pura Pustaka.

Ratna, N. K. 2011. Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Saryono,D. 1997.“Representasi Nilai Budaya Jawa dalam Prosa Fiksi Indonesia” Disertasi Doktor, IKIP Malang.Tidak diterbitkan.

Sibarani, R. 2012. Kearifan lokal. Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.

Supratno, H. 2010. “Aktualisasi Nilai-Nilai Tradisi Lisan Berwawasan Kepulauan sebagai Model Pendidikan Karakter Bangsa.” Makalah disampaikan pada Seminar Nasional HIMBASADI tanggal 23 November 2010 LPMP Provinsi Maluku, Ambon.

Sugiono. 2011. Metode penelitian kombinasi (Mixed Method). Bandung: Alfabeta.

Taum, Y.Y. 2011.Studi Sastra Lisan.Sejarah, Teori, Metode, dan Pendekatan Disertai Contoh Penerapannya. Yogyakarta: Lamalera.

Downloads

Published

2018-01-30

How to Cite

Tawaulu, A. K. (2018). ANALISIS NILAI BUDAYA LEGENDA WAE SUSU MUJUALU DI NEGERI TEHUA [Analysis of Cultural Values Legend Wae Susu Mujualu in the Country Tehua]. TOTOBUANG, 5(1), 77–87. https://doi.org/10.26499/ttbng.v5i1.52

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.