DEIKSIS PERSONA BAHASA INDONESIA DIALEK AMBON [Personal Deixes of Indonesian Leanguage With Ambonese Dialect]
DOI:
https://doi.org/10.26499/ttbng.v5i2.41Keywords:
deiksis persona, pronomina persona, bahasa Indonesia dialek Ambon, deixis persona, persona pronoun, dialect Indonesia AmbonAbstract
Personal deixis of Indonesian language especially in Ambonese dialect are widely use in everyday conversation. This study aimed to describe the forms of personal deixes in Indonesian Leanguage with Ambon Dialect. The research was conducted as a descriptive qualitative study. This type of research is a qualitative descriptive study of objective language phenomena. The data research were oral data obtained from communicative interaction in the Ambon society in the city and its surroundings. The data were collected from people of various ages who used Indonesian language with Ambon dialect. The data were collected using the method of observation with recording and note-taking techniques. The classified data were analysed using the descriptive qualitative method. The results show that the deixes in Indonesian leanguage with Ambon dialect consist of the first singular and plural personal pronoun, second singular and plural pronoun, third singular and plural personal pronoun, and personal pronouns of kinsip lexeme. Deiksis persona bahasa Indonesia dialek ambon banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk deiksis persona bahasa Indonesia dialek Ambon. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang mengkaji fenomena kebahasaan yang secara objektif. Data dalam penelitian berupa data lisan yang bersumber dari tindak komunikasi masyarakat kota Ambon dan sekitarnya yang terdiri atas semua rentan usia, yang menggunakan bahasa Indonesia dialek Ambon. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi melalui teknik rekam dan catat. Data yang telah diklasifikasi dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis bahasa Indonesia dialek ambon terdiri atas pronomina persona pertama tunggal dan jamak, pronomina persona kedua tunggal dan jamak, pronomina persona ketiga tunggal dan jamak, dan pronomina persona leksem kekerabatan.References
Cummings, Louise. 2007. Pragmatik Sebuah Perspektif Multidisipliner. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Depdiknas. 2014. KBBI Cetakan ke Delapan Belas Edisi IV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Djajasudarma, Tatimah. 2009. Semantik I (Makna Leksikal dan Gramatikal). Bandung: Refika.
Indrayani, Nanik. 2016. “Penggunaan Bahasa Melayu dialek Ambon dalam Kegiatan Pembelajaran di SMPN Ubung Pulau Buru: Kajian Sosiolinguistik. Makassar: Universitas Hasanuddin.
Kaelan. 2005. Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Filsafat: Paradigma Bagi Pengembangan Penelitian Interdisipliner Bidang Filsafat, Budaya, Sosial, Semiotika, Sastra, Hukum dan Seni. Yogyakarta: Paradigma.
Khayatun, Nur. 2014. “Deixisverwendung im Drama Der Kaukasische Kreidekreis Von Bertolt Brecht”. Jurnal Bahasa dan Sastra Jerman Identitat. Vol. 1, No. 2. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Moleong. 2010. Metodologi Penenltian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Nadar, F.X. 2009. Pragmatik dan Penelitian Pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Purwo, Bambang Kaswanti. 1984. Deiksis Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Rahyono, F.X. 2011. Studi Makna. Jakarta: Penaku.
Ramaniayar, Eti. 2015. “Deiksis Bahasa Melayu Dialek Sintang Kecamatan Serawai: Kajian Pragmatik.” Jurnal Pendidikan Bahasa. Vol. 4, No. 2. Pontianak: IKIP PGRI Pontianak.
Setyorini, Nurul. 2015. Analisis Penggunaan Deiksis Persona dan Deiksis Sosial Novel Akulah Istri Teroris Karya Abidah El Khailaqy. Makalah disajikan dalam seminar Nasional Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia (PIBSI) XXXVII Asosiasi Deosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI), Yogyakarta 2-3 Oktober 2015.
Sudaryat, Yayat. 2004. Struktur Makna Prinsip-Prinsip Studi Semantik. Bandung: Raksa Cipta.
Syamsurizal. 2015. “Deiksis dalam Bahasa Pekal di Kabupaten Bengkulu Utara”. Jurnal Metalingua. Vol. 13, No. 2. Bengkulu: Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu.
Usman, M. 2013. “Deiksis dalam Tuturan Anak Usia 3-5 Tahun”. Jurnal Serambi Akademika. Vol. 1, No. 2. Banda Aceh: Universitas Serambi Mekah.
Yule, George. Penerjemah Indah Fajar Wahyuni. 2014. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

Jurnal Totobuang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








