BENTUK DAN PILIHAN KATA DALAM CERITA NGUNTUL TANAH NULÉNGÉK LANGIT KARYA I MADE SUARSA: KAJIAN STILISTIKA [Shape And Word Options In The Story Nguntul Land Nuléngék Langit Karya I Made Suarsa: Stilistic Study]
DOI:
https://doi.org/10.26499/ttbng.v5i2.39Keywords:
pilihan kata, cerita Nguntul Tanah Nuléngék Langit, stilistika, word choice, nuléngék sky storyAbstract
This paper aimed to describe the use of language styles expressed in a collection of short stories titled Ngulul Tanah Yuléngék Langit by I Made Suarsa. The use of language styles was a special feature of the story through the form of intercultural communication or tools of communication as a series of events to form a story as a whole. The stylistic study that used in this study by descriptive method of analysis was describing the use of language style and diction in rhyme which was used by the author. The results of the analysis showed that the metaphorical language styles in rhyme were more dominant in the tension between tradition and creation the diction continued the convention of tradition as a local wisdom and creativity provided innovations of creating through inter-communications.Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa yang diekspresikan dalam kumpulan cerita pendek berjudul Nguntul Tanah Yuléngék Langit karya I Made Suarsa. Penggunaan gaya bahasa menjadi ciri khusus dalam cerita tersebut melalui bentuk komunikasi antartokoh atau sarana komunikasi sebagai rangkaian peristiwa untuk membentuk sebuah cerita secara utuh. Kajian stilistika yang digunakan dalam kajian ini dengan metode deksriptif analisis yaitu dengan memaparkan penggunaan gaya bahasa dan pilihan kata dalam permainan bunyi yang dimanfaatkan oleh pengarang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan gaya bahasa dalam permainan bunyi menunjukkan lebih dominan gaya bahasa metafora dalam ketegangan antara tradisi dan kreasi. Dari pilihan kata meneruskan konvensi tradisi sebagai sebuah kearifan lokal dan dalam berkreasi menyajikan inovasi-inovasi dalam berkreasi melalui komunikasi antartokoh.References
Ananda, Sri Reshi. 1986. Kamus Bahasa Bali (Bali-Indonesia, Indonesia-Bali). Denpasar: Cv. Kayu Mas.
Budha Gautama, Wayan. 2009. Kamus Bahasa Bali (Bali – Indonesia). Surabaya: Pāramita.
Putra, Darma. I Nyoman. 2010. Tonggak Baru Sastra Bali Modern. Denpasar: Pustaka Larasan. Program Studi Magister Kajian Budaya, Universitas Udayana dan Duta Wacana University Press (Yogyakarta) tahun 2000.
Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Kamus Bahasa Indonesia-Bali. Jakarta: Balai Pustaka.
Pradopo, R. Djoko. 2005. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Semi, Altar, 1993. Sastra Metode Peneltian. Bandung: Angkasa.
Sudjiman, Panuti. 1993. Bunga Rampai Stilistika. Jakarta: Grafiti.
Suarsa, I Made. 2013. Nguntul Tanah Nulengek Langit. Pupulan Sawelas Carita Cutet Basa Bali Anyar. Surabaya: Paramita.
Tim Penyusun. 2016. Kamus Bali-Indonesia. Denpasar: Balai Bahasa Bali.
Tim Penyusun. 2014. Kamus Bali-Indonesia, Beraksara Latin dan Bali. Denpasar: Badan Pembina Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, Provinsi Bali.
Yuwana, Setya dkk. 2000. Pendekatan Stilistika Dalam Puisi Jawa Modern Dialek Using. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

Jurnal Totobuang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








