FUNGSI PERTUTURAN DALAM TAWAR MENAWAR PAKASAM DI PASAR TRADISIONAL [The Function of the Interests Offering Pakasam in Traditional Markets]

Authors

  • - Hestiyana Balai Bahasa Kalimantan Selatan

DOI:

https://doi.org/10.26499/ttbng.v5i2.35

Keywords:

function of speech, pakasam, traditional market, fungsi pertuturan, pasar tradisional

Abstract

This research discussed the functions of substitution in bargaining pakasam at traditional markets   which aimed to describe its fucntions The method used  descriptive qualitative method. The data was  the speeches between sellers pakasam with buyers. In collecting the data, it used some techniques, such as: (1) observation, (2) interview, (3) simak libat cakap dan simak bebas libat cakap technique, and (4) noted technique . The results of the analysis indicated that there were five substitution functions  in bargaining pakasam at traditional markets, they were: (1)  declared information; (2) asked for an excuse ands opinion; (3) commanded , prohibited, approved and rejected; (4) apologized ; And (5) critized. In this study, the mostly found was the function of ordering. it included three categories of functions there were: (1)  commanded by ordering, (2) commanded by prohibiting, and (3) commanded by agreeing and rejecting. whilethe asking function includes two categories, : (1)  asking for reasons and (2)  asking for an opinion. Then, the declaring functiononly has one category, that was, declaring the information and  followed by appolizing and the criticizing  function. Penelitian ini membahas fungsi pertuturan dalam tawar menawar pakasam di pasar tradisional dengan tujuan untuk mendeskripsikan fungsi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data  penelitian ini merupakan tuturan-tuturan antara penjual pakasam dengan pembeli. Dalam mengumpulkan data digunakan teknik, yaitu: (1) observasi,(2) wawancara, (3) teknik simak libat cakap dan simak bebas libat cakap, dan(4) teknik catat. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat lima fungsi pertuturan dalam tawar menawar pakasam di pasar tradisional, yaitu: (1) fungsi pertuturan menyatakan informasi; (2) fungsi pertuturan menanyakan alasan dan meminta pendapat; (3) fungsi pertuturan , menyuruh, melarang, menyetujui dan menolak; (4) fungsi meminta maaf; dan (5) fungsi mengeritik. Dalam penelitian ini yang paling banyak ditemukan adalah fungsi pertuturan memerintah, yakni mencakup tiga kategori fungsi pertuturan: (1) fungsi pertuturan memerintah dengan menyuruh, (2) fungsi pertuturan memerintah dengan melarang, dan (3) fungsi pertuturan memerintah dengan menyetujui dan menolak. Diikuti fungsi pertuturan menanyakan yang mencakup dua kategori, yaitu: (1) fungsi pertuturan menanyakan dengan meminta alasan dan (2) fungsi pertuturan menanyakan dengan meminta pendapat. Kemudian, fungsi pertuturan menyatakan hanya mencakup satu kategori, yakni fungsi pertuturan menyatakan informasi serta diikuti dengan fungsi pertuturan meminta maaf dan fungsi pertuturan mengeritik.

References

Alwi, Hasan. 1994. Bahasa Indonesia dan Sumber Daya Manusia. Dalam Dardjowiddjoyo (ed.), Mengiring Rekan Sejati Festschrift Buat Pak Ton (hlm. 159-176). Jakarta: Lembaga Bahasa Unika Atma Jaya.

Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 2010. Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

Emzir. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Hestiyana. 2014. “Tindak Tutur dalam Transaksi Jual Beli Pedagang Buah-Buahan di Kota Banjarbaru.”Undas, Vol. 10, No. 2, hlm. 13-21. Banjarbaru: Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan.

-------------. 2015. “Tindak Tutur dalam Transaksi Jual Beli Pedagang Batu Akik di Kota Banjarbaru.”Undas, Vol. 11, No. 1, hlm. 80-96. Banjarbaru: Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan.

-------------. 2016. “Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dalam Humor Madura.”Totobuang, Vol. 4, No. 2, hlm. 257-269.

http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar. Diakses 12 Juli 2017.

Juansah, Dase Erwin. 2016. “Tuturan Direktif dalam Diskusi Kelas”. Prosiding. Analisis Bahasa dari Sudut Pandang Linguistik Forensik, SETALI 2016, hlm. 91-95.

Kridalaksana, Harimurti. 2011. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mulyana, Deddy. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Norhasuna, Siti dan Zakiah Agus Kusasi. 2012. “Tindak Tutur dalam Transaksi Jual Beli di Pasar Tungging Belitung Banjarmasin.” Jurnal Bahasa dan Sastra, Jilid 2, No.2, hlm. 280-291.

Prayitno, Harun Joko. 2011. Kesantunan Sosiopragmatik Studi Pemakaian Tindak Direktif di Kalangan Andik SD Berbudaya Jawa. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Rahardi, Kunjana. 2010. Kajian Sosiolinguistik Ihwal Kode dan Alih Kode. Yogyakarta: Ghalia Indonesia.

Rohmadi, Muhammad. 2004. Pragmatik Teori dan Analisis. Yogyakarta: Lingkar Media.

Samsudin, Dindin. 2016. “Kesantunan Berbahasa dalam Kolom Surat Pembaca Harian Serambi Indonesia.” Kekelpot, Vol. 12, hlm. 1-13.

Sudaryanto. 2015. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Sudono, Agus. 2011. “Pemilihan Bahasa dalam Jual Beli di Pasar Tradisional Kecamatan Winong, Kabupaten Pati”. Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Tamrin. 2015. “Interferensi Tataran Morfologi Bahasa Daerah ke dalam Bahasa Indonesia pada Pemakaian Bahasa Remaja di Kota Palu”. Totobuang,Vol. 3, No. 2, hlm. 197-212.

Wijana, Putu Dewa dan M. Rohmadi. 2006. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

---------------------------------------------------. 2009. Analisis Wacana Pragmatik Kajian Teori dan Analisis. Surakarta: Yuma Pustaka.

Yule, George. 1996. Pragmatic. Oxford New York: Oxford University Press.

Downloads

Published

2018-01-28

How to Cite

Hestiyana, .-. (2018). FUNGSI PERTUTURAN DALAM TAWAR MENAWAR PAKASAM DI PASAR TRADISIONAL [The Function of the Interests Offering Pakasam in Traditional Markets]. TOTOBUANG, 5(2), 255–269. https://doi.org/10.26499/ttbng.v5i2.35

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.