PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH DI KOTA AMBON: STUDI KASUS BAHASA DAERAH DI NEGERI LAHA SEBAGAI SATU-SATUNYA BAHASA DAERAH DI KOTA AMBON [Local Language Maintenance in the city of Ambon: A Local Language Case Studying in the Laha Village as a Local Language only in the City of Ambon]

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26499/ttbng.v9i2.337

Keywords:

bahasa daerah, Negeri Laha, terancam punah, local language, Laha village, in extinction danger

Abstract

The purpose of this research is to describe local language maintenance in Laha village as the only local language in the City of Ambon. The kind of this research uses quantitative desceiptive. The method of this research is qualitative method where questionnaires were specifically given to 50 respondents that were chosen randomly (random sampling). Beside that, the writer also interviewed some informants and did observation in Laha village and some decent villages in Ambon. The result of this research showed that the condition of local language in Laha village is in danger of extinction. It is shown from local language mastery in society, speakers’ age, first language use, mother tongue, mastery period of local language, and local language acquisition in Laha village. Most speakers of Laha local language can only communicate with little local language of Laha (passive speakers). In terms of age, most of the fluent speakers of local language of Laha are above 50. Those who are under 50 can communicate limitedly, passively understand the language, and even some of them can not communicate using the language at all.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemertahanan bahasa daerah yang ada di Negeri Laha  (setingkat desa) sebagai satu-satunya bahasa daerah yang ada di Kota Ambon. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang secara spesifik responden diberikan kuesioner atau daftar tanyaan dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang diambil secara acak (random sampling).  Daftar tanyaan penelitian secara umum meliputi situasi dan kondisi bahasa daerah yang ada di Negeri Laha termasuk pemakai dan pemakaiannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekarang ini, kondisi bahasa daerah yang ada di Negeri Laha Kota Ambon terancam punah. Hal itu terlihat dari penguasaan bahasa daerah dalam masyarakat, usia penutur, bahasa yang digunakan ketika masa kecil (anak-anak), bahasa pertama yang dipelajari, masa penguasaan bahasa daerah, dan pemerolehan bahasa daerah di Negeri Laha. Kemampuan penguasaan berkomunikasi dalam bahasa daerah di Negeri Laha lebih banyak hanya bisa berkomunikasi secara sedikit-sedikit daripada bisa berkomunikasi secara aktif. Dari segi usia, kebanyakan yang dapat dan lancar berbahasa daerah Laha rata-rata usia di atas 50 tahun. Untuk usia di bawah usia 50 tahun, kebanyakan dapat berkomunikasi secara sedikit-sedikit, bisa memahami (pasif), dan sebagian pula tidak bisa berkomunikasi sama sekali.Abstrak

References

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, (2019). Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. ((http://petabahasa.kemdikbud.go.id). Diakses 17 September 2020.

Badan Pusat dan Statistik Kota Ambon, (2017). Sosial dan Kependudukan. (https://ambonkota.bps.go.id). Diakses 20 September 2020

Darwis, M. (2011). Nasib Bahasa Daerah di Era Globalisasi: Peluang dan Tantangan. Paper

presented at the Makalah disampaikan pada Workshop Pelestarian Bahasa Daerah

Bugis Makassar, Parepare.

Handoyo, Eko A. T. (2015). Studi Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Istianingrum, Rika. (2015). Degradasi Bahasa Dayak Kenyah. Diakses tanggal 9 Januari 2020 dari Jurnal Stilistika. 8(2)

Maemunah, Emma. (2017). Pemakaian Bahasa Jawa Keluarga Muda di Karesidenan Semarang. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Diakses Jurnal Jalabahasa. (13)1

Masinambouw dan Paul Haenen. (2001). Sosiolinguistik. Jakarta: Erlangga

Muslihah, Nur Nisai. (2016). Society’s Attitudes toward Indonesia and Perspective in Facing the ASEAN Economic Community. Paper dipresentasikan di ICEL4Tth The Fourth International Conference on Education and Language. Bandar Lampung, University Indonesia.

Nugroho, Hasan. (2017). Pemertahanan Bahasa sebagai Strategi Komunikasi pada

Kegiatan Tutorial (Pembelajaran BIPA Kelas Pemula). Diakses 1 Oktober

dari Jurnal Wacana. 1(1)

Suandi, I.N. (2014). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Graha Ilmu

Suwito. (1983). Pengantar Awal Sosiolinguistik Teori dan Problema. Surakarta UNS Press

Wijana, D. d. (2011). Sosiolinguistik Kajian Teori dan Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2021-12-22

How to Cite

Turiah, H. (2021). PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH DI KOTA AMBON: STUDI KASUS BAHASA DAERAH DI NEGERI LAHA SEBAGAI SATU-SATUNYA BAHASA DAERAH DI KOTA AMBON [Local Language Maintenance in the city of Ambon: A Local Language Case Studying in the Laha Village as a Local Language only in the City of Ambon]. TOTOBUANG, 9(2), 331–342. https://doi.org/10.26499/ttbng.v9i2.337

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.