MAJAS PERSONIFIKASI DALAM ANTOLOGI KOLAM DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MADRASAH TSANAWIYAH
DOI:
https://doi.org/10.26499/totobuang.v10i1.331Keywords:
Puisi, Majas Personifikasi, Sapardi, Pembelajaran Bahasa Indonesia.Abstract
ABSTRACT The problem in this journal is how personification figure of speech can find meaning in poem The purpose of this study was to describe the figure of speech of personification in the Poem anthology of Poetry and its relevance to learning Indonesian at Madrasah Tsanawiyah.This research method uses qualitative research with literature study as the type of research. The data collection technique in this study is to use documentation techniques, namely analyzing content with listening and note-taking techniques, while the validity of the data uses theoretical triangulation. The data analysis technique in this study uses an interactive model from Miles and Huberman. The results of this study show 57 data on personification figures found in 25 poems. Personification figure of speech can reveal the meaning of poetry in the anthology of Kolam through a hermeneutical approach which partly tells about topics related to death and daily life, and this research is relevant to be used as a medium for learning Indonesian at Madrasah Tsanawiyah.Keywords: Poetry, Personification, Sapardi, Indonesia Languange Learning. ABSTRAKPermasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana majas personifikasi dapat menemukan makna dalam suatu puisi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan majas personifikasi dalam antologi puisi Kolam serta relevansinya dengan pembelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Tsanawiyah.Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan studi pustaka sebagai jenis penelitiannya.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik dokumentasi yaitu menganalisis isi dengan teknik simak dan catat, sedangkan keabsahan datanya menggunakan triangulasi teori. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan model interaktif dari Miles and Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan 57 data majas personifikasi yang ditemukan pada 25 puisi. Majas personifikasi dapat menyingkap tabir makna puisi dalam antologi Kolam melalui pendekatan hermeneutika yang sebagian menceritakan tentang topik yang berhubungan dengan kematian dan kehidupan sehari-hari, serta penelitian ini relevan untuk dijadikan media pembelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Tsanawiyah. Kata Kunci: Puisi, Majas Personifikasi, Sapardi, Pembelajaran Bahasa Indonesia.References
DAFTAR PUSTAKA
Adelliarosa. (2021, February). Sapardi Djoko Damono dan Penghargaan Sastra yang Diterimanya. Kumparan.
Alim, S. B. A. N., & Atmojo, W. (2019). Gaya Bahasa Perbandingan dan Perulangan Dalam Antologi Puisi Kasmaran Karya Usman Arrumy Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Madrasah. Totobuang, 7(2), 292.
Amala, A. A. (2020). Personifikasi dalam Antologi Puisi Rana Semesta Korona Karya Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pancasakti Tegal dan Implikasi Pembelajarannya di SMA. Universitas Pancasakti Tegal.
Damono, S. D. (2017). Kolam. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Fitria, R. (2016). Memahami Hermeneutika dalam Mengkaji Teks. Jurnal Syi’ar, 16(2).
Keraf, G. (2010). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Mahsun. (2014). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan strategi, metode dan tekniknya. Jakarta: Rajawali Press.
Maryatin. (2018). Penggunaan Gaya Bahasa Personifikasi dalam Kumpulan Puisi Karya Mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Balikpapan. STILISTIKA, 11(1).
Moleong, L. J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mubarok, S. A. N. (2015). Penggunaan Gaya Bahasa Personifikasi Dan Kata Khusus Pada Kumpulan Puisi Ketika Cinta Bicara Karya Kahlil Gibran.
Nurgiyantoro, B. (2012). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Poespoprodjo. (2004). Hermeneutika. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Rachmadani, F. D. (2017). Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Pada Puisi Karya Siswa SMA DI Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta.
Rani, S. A., & Maryani, Y. (2004). Intisari Sastra Indonesia untuk SLTP. Bandung: Pustaka Setia.
Siswono. (2012). Teori dan Praktik: Diksi, Gaya Bahasa, dan Pencitraan. Yogyakarta: DEEPUBLISH.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif: Untuk Penelitian yang bersifat eksploratif, enterpretif, interaktif, dan konstruktif. Bandung: CV. Alfabeta.
Sulkifili, M. (2016). Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VIII SMP Negeri Satu Atap 3 Langgikima Kabupaten Konawe Utara. Jurnal Bastra, 1(1).
Suryaman, M. (2012). Puisi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.
Tarigan, H. G. (2013). Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Cv. Angkasa.
Widiasmoro, E. (2018). Mahir Penelitian Pendidikan Modern (Metode Praktis Penelitian Guru, Dosen dan Mahasiswa Keguruan. Yogyakarta: Araska.
Yusuf, I. P. (2015). Repetisi Pada Kumpulan Puisi Nyanyian Akar Rumput Karya Wiji Thukul Dan Relevansinya Dengan Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia Kelas VII Di Sekolah Menengah Pertama. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 TOTOBUANG

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Totobuang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








