KETERKENDALIAN PEMILIHAN BAHASA RUANG PUBLIK PELABUHAN DAN BANDARA DI KOTA AMBON [Controlability of Language Application on Public Space Port and Airport in Ambon City]
DOI:
https://doi.org/10.26499/ttbng.v9i2.328Keywords:
bahasa ruang publik, pelabuhan, bandara, public space, port, airportAbstract
This study aims to review the phenomenon foreign terms using on sign boards at airports and ports in Ambon City. In order to describe this phenomenon, this study will use two ways. Frist, measuring the level of control language use with the results of language assessment; and second, describing the reason as the background of chosing the language in public spaces at ports and airports in Ambon City. It is a qualitative descriptive research. This research using photographs signboards and interviews result as the data. Photos analysis using a research instrument made by the Agency for Language Development. The results of photos analysis then supported by the results of interviews. This study found that ports and airports in Ambon City gets category B in control rating. This category shows that the use of Indonesian language in the port and airport areas in Ambon City is quite controlled. Based on the results of interviews, it is known that the effect of less socialization the existence of Law Number 24 of 2009 to ports and airports in Ambon City is signboards which wrote by foregn languages. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas fenomena penggunaan istilah asing pada papan-papan petunjuk yang berada di bandara dan pelabuhan di Kota Ambon. Agar dapat mendeskripsikan fenomena tersebut, penelitian ini mengukur tingkat keterkendalian penggunaan bahasa menggunakan hasil penilaian bahasa; serta mendeskripsikan latar belakang penyusunan dan penggunaan bahasa ruang publik di pelabuhan dan bandara di Kota Ambon. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Data yang digunakan yaitu berupa foto-foto papan petunjuk dan hasil wawancara. Foto-foto yang diperoleh dianalisis menggunakan instrumen penelitian yang dibuat oleh Badan dan Pengembangan Bahasa. Hasil dari analisis foto-foto tersebut kemudian ditunjang dengan hasil wawancara. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan bahasa pada pelabuhan dan bandara di Kota Ambon masuk pada kategori peringkat terkendali B. Kategori ini menunjukkan penggunaan bahasa Indoenesia di wilayah pelabuhan dan bandara di Kota Ambon cukup terkendali. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa minimnya sosialisasi mengenai keberadaan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 pada pihak bandara dan pelabuhan menjadi pemicu penggunaan istilah asing di ruang publik pelabuhan dan bandara di Kota Ambon. Manfaat dari penelitian ini yaitu untuk memberikan masukan kepada pihak bandara dan pelabuhan di Kota Ambon untuk lebih mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik.References
Blommaert, J. (2013). Ethnography, Superdiversity and Linguistic Landscapes: Chronicles of Complexity. Ontario: Multilingual Matters.
Hasan, N. H. (2019). KETERKENDALIAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA “MEDIA LUAR RUANG” DI KOTA AMBON. Totobuang, 7(2), 247--260.
Jayanti, A. (2018). Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Lanskap Linguistik di Bandara Internasional Yogyakarta. In Prosiding Seminar dan Lokakarya Pengutamaan Bahasa Negara “Lanskap Bahasa Ruang Publik: Dimensi Bahasa, Sejarah, dan Hukum” (pp. 475--491). Jakarta.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima.
Landry, R., & Bourhis, R. Y. (1997). Linguistic landscape and ethnolinguistic vitality: An empirical study. Journal of Language and Social Psychology. https://doi.org/10.1177/0261927X970161002
Panitia Pengembang Pedoman Bahasa Indonesia. (2016). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Retrieved from http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/sites/default/files/PUEBI.pdf#page=8&zoom=auto,-195,422
Ratna, N. K. (2010). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sahril, S., Harahap, S. Z., & Hermanto, A. B. (2019). Lanskap Linguistik Kota Medan: Kajian Onomastika, Semiotika, Dan Spasial. MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan Dan Kesastraan, 17(2), 195. https://doi.org/10.26499/mm.v17i2.2141
Shohamy, E., & Gorter, D. (2008). Linguistic landscape: Expanding the scenery. Linguistic Landscape: Expanding the Scenery. https://doi.org/10.4324/9780203930960
Stroud, C., dan S. M. (2009). Towards a Material ethnography of Linguistic Landscape: Multilingualism, Mobility and Space in a South-African Township. Journal of Sociolinguistics, 13(3), 363–383.
Widiyanto, G. (2018). Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Lanskap Linguistik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. In Prosiding Seminar dan Lokakarya Pengutamaan Bahasa Negara Lanskap Bahasa Ruang Publik: Dimensi Bahasa, Sejarah, dan Hukum (pp. 71--83). Jakarta.
LIPI, 2017. Modul Penelusuran dan Pengumpulan Data pada Diklat Jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Pertama. Jakarta: Pusbindiklat Peneliti.
Modul Analisis Data dan Interpretasi Hasil Penelitian (IPS) pada Diklat Jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Pertama. Jakarta: Pusbindiklat Peneliti.
Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Metodologi Penelitian. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

Jurnal Totobuang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








