IDENTITAS SOSIAL DAN KEARIFAN LOKAL PADA KUMPULAN CERPEN CELURIT HUJAN PANAS KARYA ZAINUL MUTTAQIN [Social Identity and Local Wisdom in The Collection of Short Stories Celurit Hujan Panas By Zainul Muttaqin]
DOI:
https://doi.org/10.26499/ttbng.v9i2.323Keywords:
social identity, local wisdom, celurit hujan panas, literary learningAbstract
Social society and socio-culture cannot be separated from each other. Therefore, literature was born as a product of society and culture. From these literary works, literary teaching materials with social and cultural background can be made. This study explains the social identity and local wisdom contained in the collection of Celurit Hujan Panas short stories by Zainul Muttaqin. In this study, the method used is the quality desriptive method. The data used comes from quotes on a collection of short stories of Celurit Hujan Panas. This research used listening and note-taking techniques. Research data analysis started from presenting the data, reducing the data, and analyzing conclusions. The results of this study show that the social identity contained in the story are namely (1) social structure, (2) social behavior, and (3) ontological definitions. Moreover, the values of local wisdom contained in the story are (1) culture, (2) beliefs, and (3) social values. Sosial masyarakat dan sosial budaya tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Karena itulah, sastra lahir sebagai produk dari sosial dan budaya. Dari karya sastra tersebut, dapat dibuat bahan ajar sastra berlatar sosial dan budaya. Penelitian ini menjelaskan tentang identitas sosial dan kearifan lokal yang terkandung dalam kumpulan cerpen Celurit Hujan Panas karya Zainul Muttaqin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deksriptif kualititatif. Data yang digunakan berasal dari kutipan pada kumpulan cerpen Celurit Hujan Panas. Penelitian menggunakan teknik simak dan catat. Analisis data penelitian dimulai dari menyajikan data, mereduksi data, dan kesimpulan analisis. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa identitas sosial yang terkandung yaitu (1) struktur sosial, (2) tingkah laku sosial, dan (3) definisi ontologis. Nilai kearifan lokal yang terkandung adalah (1) nilai budaya, (2) kepercayaan, dan (3) nilai sosial.References
Ahmad, R. (2020). ANTROPOLOGI SASTRA DALAM CERITA RAKYAT GADIS BERMATA BIRU DAN TOLIRE MA GAM JAHA [Literature Anthropology in Gadis Bermata Biru and Tolire Ma Gam Jaha]. TOTOBUANG, 8(2), 195–207. https://doi.org/10.26499/TTBNG.V8I2.183
Ashmore, R. D., Jussim, L., & David, W. (2001). Sosial Identity, Intergroup Conflict, dan Conflict Reduction. Oxford University Press.
Coleman, S., & Watson, H. (2005). Pengantar Antropologi. Penerbit Nuansa.
Doise, W. (1998). Social Representation in Personal Identity. Sage Publication.
Fakih, M. (2013). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Pustaka Pelajar.
Farida, N., & Andalas, E. F. (2019). Eksistensi Kearifan Lokal Maduradi Era Modern dalam Celurit Hujan Panas Karya Zainul Muttaqin. Atavisme, 22(2).
Faruk. (2005). Pengantar Sosiologi Sastra. Pustaka Pelajar.
Faruk. (2012). Mertode Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar.
Giddens, A. (1991). Modernity dan Self-Identity: Self dan Society in the Late Modern Age. Stanford University Press.
Hasanuddin, W. S. (2015). Kearifan Lokal dalam Tradisi Lisan Kepercayaan Rakyat Ungkapan Larangan Tentang Kehamilan, Masa Bayi, dan Kanakkanak Masyarakat Minangkabau Wilayah Adat Luhak Nan Tigo. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 1(2), 198–204.
Hiryanto, & Fathiyah, K. N. (2013). Identifikasi Kearifan Lokal dalam Memahami Tanda-tanda Bencana Alam pada Insan Usia Lanjut di Daerah Istimewa Yogyakarta. Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial, 453–462.
Hogg, M. A., & Abrams, D. (1988). Social Identification. Routledge.
Jannah, M. (2019). SENASBASA (Seminar Nasional Bahasa dan Sastra. Prosiding Seminar Nasional Bahasa Dan Sastra Indonesia (SENASBASA), 3(2). http://research-report.umm.ac.id/index.php/
Jari, D. (2016). Cara Mudah Belajar dan Mengajarkan Sastra. Laksita Indonesia.
Kasmi, H. (2019). Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Novel Tempat Paling Sunyi Karya Arafat Nur. Metamorfosa, 7(2).
Maknuna, L. L., Mustamar, S., & Ningsih, S. (2013). MANTRA DALAM TRADISI PEMANGGIL HUJAN DI SITUBONDO: KAJIAN STRUKTUR, FORMULA, DAN FUNGSI. Publika Budaya, 1(1), 1–15.
Mardhatillah, M. (2014). Perempuan Madura sebagai Simbol Prestise dan Pelaku Tradisi Perjodohan. Musawa, 13(2), 167–178.
Muhammad, D., Sugara, R., & Rosi. (2018). Analisis Penokohan pada Tokoh Wisanggeni secara Analitis Dramatik dalam Cerita Pendek Berjudul “Honor Cerita Pendek” Karya Hasta Indriyana. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(4).
Muttaqin, Z. (2019). Celurit Hujan Panas. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Nawawi. (2017). Kajian Kearifan Lokal. STAIN Press.
Rahmanto. (2005). Metode Pengajaran Sastra. Kanisius.
Rampan, K. L. (2013). Antologi Apresiasi Sastra Indonesia. Penerbit Narasi.
Ratna, N. K. (2004). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar.
Ratna, N. K. (2007). Teori, Metode dan Teknik Penelitian Sastra: dari Strukturalisme hingga Postrukturalisme. Pustaka Pelajar.
Ratna, N. K. (2009). Paradigma Sosiologi Sastra. Pustaka Pelajar.
Ratna, N. K. (2011). Antropologi Sastra: Peranan Unsur-unsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif. Pustaka Pelajar.
Sapdiani, & et al. (2018). Analisis Struktural dan Nilai Moral dalam Cerpen “Kembang Gunung Kapur” karya Hasta Indriyana. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(2), 101–114.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Afabeta.
Sujarwa. (2005). Manusia dan Fenomena Budaya. Pustaka Pelajar.
Sumardjo, J., & Saini. (1986). Apresiasi Kesusastraan. PT. Gramedia.
Wardianto, B. S., & Khomsiyatun, U. (2021). Analisis elemen penyebab konflik batin tokoh utama (perspektif psikoanalisis Freud) dan relevansinya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya), 2(2), 58. https://doi.org/10.26555/jg.v2i2.3918
Wellek, R., & Warren, A. (2016). Teori Kesusastraan. PT. Gramedia.
Winarni, R. (2009). Kajian Sastra. Widya Sari Press.
Downloads
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License

Jurnal Totobuang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








