MEMAHAMI PUISI-PUISI HERBAL DALAM ANTOLOGI NAMAKU BUNGA KARYA L.K. ARA [Understanding Poetry with Herbal Theme in L.K. Ara’s Namaku Bunga Anthology]

Authors

  • Amir Mahmud Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.26499/ttbng.v9i2.313

Keywords:

herbal, puisi, lingkungan, tradisi, jamu, poetry, environment, tradition, health

Abstract

This study aims to describe L.K. Ara’s poetries about the benefits of herbs in traditional medicines (jamu). For centuries, it is a cultural fact that traditional medicines had been used to maintain health in Indonesian (Nusantara) society. The research problem is to describe L.K. Ara’s poetries that mention beneficial herbs to maintain health and that it has become a cultural fact in Nusantara. The method used in this research was descriptive-qualitative. This method was used to solve problems by describing findings of the research. The results showed that literature works apparently play a significant role in maintaining and preserving the natural environment, especially when it deals with herbal plants. The use of herbs in traditional medicine (jamu) for healing the sick is a part of our life so literature ia also also used to represent the used of herbal plants for human health. Herbal remedies such as juice of spices and herbs, remedies for women, herbal remedies in the form of powder, betel chewing, traditional massage with herbal concoctions, and going to traditional healers are cultural facts in Nusantara society. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan puisi-puisi karya L.K. Ara tentang manfaat herbal untuk kesehatan telah menjadi fakta budaya dalam masyarakat Nusantara sudah berabad-abad. Masalah penelitian ini adalah bagaimana gambaran puisi-puisi karya L.K. Ara yang menyajikan herbal bermanfaat untuk kesehatan telah menjadi fakta budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk kebutuhan memecahkan masalah dengan cara memaparkan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya sastra berperan dalam pemeliharaan dan pelestarian alam lingkungan terutama pada tanaman jenis herbal. Pemanfaatan herbal untuk pengobatan guna penyembuhan orang sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan sehingga sastra ikut berperan mempresentasikan fungsi tanaman untuk kesehatan manusia. Pengobatan secara herbal seperti cekok, uyup uyup, tapel, menginang, pijat dengan ramuan herbal, dan peyembuhan melalui dukun dengan herbal tertentu merupakan fakta budaya dalam masyarakat Nusantara.

Author Biography

Amir Mahmud, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Peneliti Ahli Madya, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

References

Anggraini, Ariska Puspita. (2017, 4 November). 10 Manfaat Lidah Buaya yang Jarang Diketahui. Diperoleh dari Kompas.com.

Ara, L.K. (1981). Namaku Bunga. Jakarta: Balai Pustaka.

Bahanawati, Ajeng. (2020, 17 Januari). Perawatan Tradisional Pascamelahirkan Warisan Nenek Moyang. Diperoleh daricdn.ampproject.org.

Dharma, I Wayan Yudhasatya. (2020, November). Lontar Taru Pramana Warisan Jenius Lokal Bali Kajian Etnopedagogik. Jurnal Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali 1 (2).

Eka, Nurhaniah Retno. (2017). Prospek Ekonomis Budidaya Empan-Empon Organik. Diperoleh dari Indonesia Organic Alliance, aoi.ngo.

Endraswara, Suwardi. (2016). Metologi Penelitian Sastra: Konsep, Langkah, dan Penerapan. Yogyakarta: Caps.

Honestdocs Team. (2019). 24 Manfaat Pare Pahit bagi Kesehatan Yang terbuti Ilmiah. honestdocs.id, diakses 15 Desember 2019.

Kartasapoetra, G. (1992). Budidaya Tanaman Berkhasit Obat. Jakarta : Rineka Cipta.

Koran Jawa Pos. (2019, 18 April). Ganti Tinta Dengan Kunyir. Koran Jawa Pos,hlm. 16.

Kemendikbud. (2017). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Kelima. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Mindarti, Susi dan Bebet Nurbaeti. (2015). Tanaman Obat Keluarga atau Toga. Bogor: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Kementerian Pertanian.

Mulyani, Hesti, Sri Harti Widyastuti, dan Venny Indria Ekowati. (2016). Tumbuhan Herbal Sebagai Jamu Pengobatan Tradisional Terhadap Penyakit dalam Serat Primbon Jampi

Jawi Jilid I. Penelitian Humaniora 21 (2), hlm. 73—91).

Prasetyo, Yanu Endar. (2010). Mengenal Tradisi Bangsa. Yogyakarta: IMU.

Silalahi, Marina. (2016). Studi Etnomedisin di Indonesia dan Pendekatan Penelitiannya.

Jurnal Dinamika Pemerintahan, 9(3), hlm. 117—124.

Suardiana, I Wayan. (2018). Naskah Pengobatan Usada di Bali dan Problematika Pemurnian Teks. Jurnal Kajian Bali,08(02), hlm. 1—14.

Sudikan, Setya Yuwono. (2019). Ekokritik (Ecocriticism) Sebagai Disiplin Ilmu Barfu dalam Studi sastra Indonesia. Dalam Teori Kritis dan Metodologis: Dinamika Bahasa, Sasttra, dan Budaya (Novi Anoegrajeti, Editor) Yogyakarta: Penerbit Kepel Press.

Sukmawan, Sony. (2015). Sastra Lingkungan: Sastra Lisan Jawa Dalam Perspektif Ekokritik Sastra. Malang: UB Press.

Susanto, Djulianto. (2020, 11 Oktober). Menurut Prasasti Kuno, Dulu Ada Tuha Nambi (Tukang Obat), Kdi (dukun wanita), walyan (tabab), dan Janggan (Tabib Desa)”.Diperoleh dari kompasiana.

Wardani, Dewasasri M. (2016, 3 Maret). Urang Aring, Penyubur Rambut. Diperoleh dari WWW.satuharapan.com.

Wirani, Ida Ayu Sukma. (2020). Nilai Kearifan Lokal dalam Kumpulan Cerpen ‘Tutur Bali’ Karya I Wayan Westa. Seminar Nasional Riset Inovatif, hlm. 58—62.

Zainul, Daulay. (2011). Pengetahuan Tradisional. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Downloads

Published

2021-12-22

How to Cite

Mahmud, A. (2021). MEMAHAMI PUISI-PUISI HERBAL DALAM ANTOLOGI NAMAKU BUNGA KARYA L.K. ARA [Understanding Poetry with Herbal Theme in L.K. Ara’s Namaku Bunga Anthology]. TOTOBUANG, 9(2), 287–299. https://doi.org/10.26499/ttbng.v9i2.313

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.