ANALISIS GEJALA BAHASA PADA SURAT DINAS DI KANTOR DESA PENGKOL NGUTER SUKOHARJO [Analysis of Language Symptoms in Service Letters in The Village Office Of Pengkol Nguter Sukoharjo]

Authors

  • Desy Anggraini Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Yakub Nasucha Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.26499/ttbng.v9i2.305

Keywords:

language symptoms, official letter, village head office

Abstract

Official letters are one of the written languages used in government agencies or organizations. Official letters sometimes do not pay attention to the correct grammatical rules. This study aims to analyze the language phenomena in official letters of the Pengkol Village Office, Nguter, Sukoharjo. This research is qualitative research using descriptive method. The data used in this study are language phenomena contained in the official lettesr of the Pengkol Village Office. The source of data in this research is an official letter made by employees of the Pengkol Village Office. The data collection technique used is the literature review, listening, and note-taking. The data analysis technique used is qualitative technique. The results of this study indicate that the language phenomena found in official letters of the Pengkol Village Head Office are interference, hypercorrection, pleonasm, and contamination. Out of the four forms of those phenomena, the most frequesnt is hypercorrection, while the least is interference. Surat dinas merupakan salah satu bahasa tulis yang digunakan dalam instansi pemerintah atau organisasi. Dalam surat dinas terkdang tidak memperhatikan penulisan yang sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gejala bahasa yang ada dalam penulisan surat dinas di Kantor Desa Pengkol, Nguter, Sukoharjo. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gejala bahasa yang terdapat dalam surat dinas Kantor Desa Pengkol. Adapun sumber data dalam penenlitian ini adalah surat dinas yang dibuat oleh pegawai Kantor Desa Pengkol.  Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pustaka, simak, dan catat. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gejala bahasa yang ditemukan dalam penulisan surat dinas Kantor Kepala Desa Pengkol, yaitu gejala interferensi, gejala hiperkorek, pleonasme, dan kontaminasi. Dari keempat bentuk gejala tersebut, gejala bahasa yang sering mucul adalah bentuk gejala bahasa hiperkorek, sedangkan yang paling sedikit yaitu bentuk gejala bahasa interferensi.

References

Adib, Holy. (2019). Pendekar Bahasa. Bantul: BASABASI.

Ali, Adlan dan Tanzili. (2006). Pedoman Lengkap Menulis Surat. Tangerang: Kawan Pustaka:

Anggara, S.N., Prabawa, Prabawa, A.H., & Rahmawati. R.E. (2020). Tindak Tutur Asertif pada Rubrik “AH TENANE” Surat Kabar Solopos. Jurnal Totobuang, 8(2), 341-353.

Dewi, N. K., & Nuraeni, L. (2019). Gejala Morfofonemik Bahasa Sunda pada Tuturan Anak Usia Dini di Wilayah Kuningan. EDUCATOR, 5(1), 45-52.

Gita, Neinilam. (2018). 45 Kesalahan Penulis Wattpad. Tangerang: GD Press.

Henilia, H. (2021). Beberapa Gejala Bahasa dalam Bahasa Indonesia. Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan), 4(1), 18-23.

Henilia. (2021). Beberapa Gejala Bahasa dalam Bahasa Indonesia. Jurnal Insitusi Politeknik Ganesha Medan, 4(1): 18-23.

Hesti, H., Mustofa, R., & Wati, I. (2021). Gejala Bahasa dalam Karangan Argumentasi Siswa Kelas X SMAN 9 Bandar Lampung. Pena Literasi, 4(1), 20-28.

Ihsani, B. Y., Untari, T., & Darmutika, L. A. (2018). Pelatihan Penulisan Surat Dinas pada Perangkat Kantor Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat. JCES (Journal of Character Education Society), 1(1), 23-29.

Kemal, I. (2013). Kemampuan Menulis Surat Dinas. Jurnal Metamorfosa, 1(1), 1-10.

Kridalaksana, H. (1993). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.

Kridalaksana, Harimurti. (2009). Kamus Linguistik Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia.

Markhmah dan Atiqa Sabardila. 2014. Analisis Kesalahan dan Karakteristik Bentuk Pasif. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Muslich, Masnur. (2013). Tata Bentuk Bahasa Indonesia, Kajian ke Arah Tata Bahasa Deskriptif. Jakarta: Bumi Aksara.

Nasucha, Yakub. (2019). Metode Pembelajaran dalam Pendekatan PILABAH. Surakarta: Yuma Pustaka.

Ngalim, Abdul. (2015). Sosiolinguistik: Suatu Kajian Fungsional. Sukoharjo: Jasmine.

Pratiwi, Ika Agustina, dkk. (2013). Gejala Bahasa Siswa Kelas X dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Kata, 1(1): 1-10.

Rohmadi, Muhammad dan Yakub Nasucha. (2017). Dasar-Dasar Penelitian: Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. Surakarta: Pustaka Briliant.

Saryono, Djoko dan Soedjito. (2020). KOSAKATA. Jakarta Timur: Bumi Akasara

Sukoyo, Joko. (2011). Interferensi Bahasa Indonesia dalam Acara Berita Berbahasa Jawa “Kunthane Dhewe” di TV Borobudur Semarang”. Lingual Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(2):95-103.

Waljinah, S., Prayitno, H. J., Purnomo, E., Rufiah, A., & Kustanti, E. W. (2019). Tindak Tutur Direktif Wacana Berita Online: Kajian Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital. SeBaSa, 2(2), 118-129.

Downloads

Published

2021-12-22

How to Cite

Anggraini, D., & Nasucha, Y. (2021). ANALISIS GEJALA BAHASA PADA SURAT DINAS DI KANTOR DESA PENGKOL NGUTER SUKOHARJO [Analysis of Language Symptoms in Service Letters in The Village Office Of Pengkol Nguter Sukoharjo]. TOTOBUANG, 9(2), 197–209. https://doi.org/10.26499/ttbng.v9i2.305

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.