PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SASTRA BERBASIS CERITA RAKYAT MASYARAKAT NIAS [Development of Literature Teaching Based on Nias Traditional Story]
DOI:
https://doi.org/10.26499/ttbng.v9i1.291Keywords:
development, teaching materials, folklore, nias society, character values, pengembangan, bahan ajar, cerita rakyat, masyarakat nias, nilai karakterAbstract
This study aims to produce a module and describe the validation and description of the effectiveness of Nias folklore based on literature for learning character values. The Research uses the R & R method. The research subjects were students of SMPN 2 Sidua Ori 2, SMPN 1 Gomo, and SMPN 2 Lahusa with,totaly 75 people. The steps in this study are collecting data, product design, expert validation, product revision, and product implementation. Based on the results of expert validation, an average value of 84.6% was obtained with a very good category. In addition, the results of the assessment of Indonesian language subject teachers were 89.66%. Student response to the module is 90.41%. Furthermore, the average learning outcomes of students taught using Nias literature based folklore modules for learning character values is 85.11% while the average learning outcomes of students were taught without using Nias folklore based on literature for learning character values is 71.28%. This shows that Nias folklore based on literature modules for learning character values are effectively used in learning in "very good" level of effectiveness. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul dan mendeskripsikan validasi serta mendeskripsikan keefektiafan modul sastra berbasis cerita rakyat masyarakat Nias untuk pembelajaran nilai-nilai karakter. Penelitian ini menggunakan metode R&R. Subjek penelitian adalah siswa SMPN 2 Sidua Ori, SMPN 1 Gomo, dan SMPN 2 Lahusa dengan jumlah keseluruhan 75 orang. Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data, mendesain produk, validasi ahli, revisi produk, dan implementasi produk. Berdasarkan hasil validasi ahli, diperoleh nilai rata-rata 84,6% dengan kategori sangat baik. Selain itu, hasil penilaian guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sebesar 89,66%. Respon siswa terhadap modul sebesar 90,41%. Selanjutnya rata-rata hasil belajar peserta didik yang diajarkan menggunakan modul sastra berbasis cerita rakyat masyarakat Nias untuk pembelajaran nilai-nilai karakter sebesar 85,11%, sedangkan rata-rata hasil belajar peserta didik yang diajarkan tanpa menggunakan modul sastra berbasis cerita rakyat masyarakat Nias untuk pembelajaran nilai-nilai karakter sebesar 71,28%. Hal ini menunjukkan bahwa modul sastra berbasis cerita rakyat masyarakat Nias untuk pembelajaran nilai-nilai karakter efektif digunakan dalam pembelajaran dengan tingkat keefektifan “sangat baik”.References
Adisusilo, Sutarjo. (2014). Pembelajaran Nilai Karakter. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Amir, Andriyetti. (2013). Sastra Lisan Indonesia. Yogyakarta: Andi.
Aqib, Zainal dkk. (2011). Panduan dan Aplikasi Pendidikan Karakter. Bandung: Yrama Widya.
Danandjaya, James. (1991). Folklor Indonesia. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti.
Depdiknas.(2003). Undang-undang RI No.20 tahun 2003.tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Depdiknas. (2010). Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas. (2008). Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Departeman Pendidikan Nasional.
Fitri. (2012). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Etika di Sekolah.Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Hammerle, J. (2001). Asal-Usul Masyarakat Nias: Suatu Interpretasi. Gunung Sitoli: Yayasan Pusaka Nias.
Majid, Abdul. (2007). Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Moleong, L. J. (2006). Metode penelitian kualitatif edisi revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2009). Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Novianti, N., Sudjarwo, S., & Pargito, P. (2014).Pengembangan Bahan Ajar Sejarah Berupa Cerita Rakyat sebagai Wujud Kearifan Lokal.Jurnal Studi Sosial, 2(4).
Prastowo, A. (2014). Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Jakarta: Kencana Predanamedia Group.
Purba, Zulpita Karyawati. (2015).Pengembangan Bahan Ajar Drama Berbasis Legenda dengan Menggunakan Metode Heuristik di SD Negeri 101881 Tanjung Morawa.Tesis Pascasarjana Unimed, 2015.
Setiawan, D, Wahyuni. (2007). Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Univertitas Terbuka.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: ALFABETA.
Sukiman. (2011). Pengembangan Media Pembelajaran.Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
Winkel. (2009). Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

Jurnal Totobuang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








