ANALISIS NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT MALUKU AIR TUKANG [The analysis of Cultural Value in Maluku’s Folklore Air Tukang]

Authors

  • Helmina Kastanya Kantor Bahasa Maluku

DOI:

https://doi.org/10.26499/ttbng.v8i2.251

Keywords:

Cultural Values, Maluku folklore, Air Tukang, Nilai Budaya, Cerita rakyat Maluku

Abstract

The folklore of Air Tukang is one of the Maluku folktales categorized as a myth. This story was  interesting and had been made into a written manuscrip by Evi Olivia Kumbangsila as literacy material for children at the junior high school and published by the Language Development and Development Agency in 2016. The Maluku’s folklore of Air Tukang  tells  the story of seven angels contained abundance of cultural value. The depiction of several cultural aspects in this story wasso important  included the oral tradition of Maluku that has slowly being abandoned by its society owner. This research was a qualitative research used qualitative descriptive method. The data used was the text of Maluku’s folkloreAir Tukang. The key instrument in this study was the researcher himself. The data analysis technique usedwas the content analysis technique. The results showed that there were some cultural values founded, such as educational values, social values, and moral values. These cultural values are very beneficial for society. Cerita rakyat Air Tukang merupakan salah satu cerita rakyat Maluku yang dapat dikategorikan sebagai mitos. Cerita ini menarik dan telah dibuatkan naskah tertulisnya oleh Evi Olivia Kumbangsila sebagai bahan literasi bagi anak-anak di jenjang sekolah  menengah pertama dan diterbitkan oleh Badan pengembangan dan Pembinaan Bahasa pada tahun 2016. Cerita rakyat Maluku Air Tukang yang mengisahkan tentang kehidupan tujuh bidadari ini sarat dengan nilai budaya di dalamnya. Penggambaran beberapa aspek kebudayaan dalam cerita ini sangat penting terutama terkait nilai-nilai budaya termasuk di dalamnya tentang tradisi lisan Maluku yang perlahan mulai ditinggalkan masyarakat pemiliknya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dangan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah teks cerita rakyat Maluku Air Tukang. Instrumen kunci di dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat nilai pendidikan, nilai sosial, dan nilai moral dalam cerita tersebut. Nilai-nilai budaya tersebut sangat bermanfaat bagi  masyarakat.

References

Finnegan Ruth. (2012). World Oral Literatur Series. Oral Lietarture in Africa. United Kingdom: The World Oral Literature Project.

Haniva dan Hayati. (2020). Cerita Rakyat Jawa Tengah Tujuh Bidadari dari Kayangan dengan The Swan Maidens dari London, Analisis Unsur Intrinsik Sastra Bandingan. Jurnal Diglosia, Vol. 4, Nomor 1, Februari 2020. Halaman 81—92.

Hutomo, Sadi Suripan. (1991). Mutiara yang Terlupakan. Pengantar Studi Sastra Lisan. Surabaya: Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Jawa Timur.

Liem, Nike Dessy Natalia. (2015). Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan Wedding Venue sebagai Tempat Resepsi dan Exhibition di Sleman. http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/8469 diakses pada tanggal 20 September 2020. Halaman 29—31.

Nurgiyantoro, Burhan. (2002). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ong, J. Walter. (2005). Orality and Literacy The Technologizing of The Word. New York: Taylor and Farncis e-liberary.

Priventa, Hendrike. (2020). The Meaning of Tolaki, Minangkabau, and Timor Cultural Symbol in Three Nusantara Folklores: Oheo, Kaba Malin Deman, and Tujuh Bidadari. Jurnal Seloka: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesai, (9) 2, 2020 halaman 118—128.

Ratna, Nyoman Kutha. (2013). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sibarani, Robert. (2012). Kearifan Lokal Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.

Sugihastuti. (2011). Teori Apresiasi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiharto dan Widyawati. (2012). Legenda Curug 7 Bidadari, Kajian Strukturalis Levi-Strauss. Jurnal Suluk Indo, Vol. 1, Nomor 2, October 2012. halaman 10—25.

Vansina, Jan. (2014). Tradisi Lisan sebagai Sejarah. Yogyakarta: PenerbitOmbak.

Vansina Jan, (1985). Oral Tradition as History. London: The University of Wisconsin Press.

Downloads

Published

2020-12-21

How to Cite

Kastanya, H. (2020). ANALISIS NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT MALUKU AIR TUKANG [The analysis of Cultural Value in Maluku’s Folklore Air Tukang]. TOTOBUANG, 8(2), 183–194. https://doi.org/10.26499/ttbng.v8i2.251

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.