PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA PAPAN NAMA TOKO, PERUMAHAN, DAN HOTEL DI KOTA AMBON [Indonesia Language Application in Stores Signboard, Clusters Area Signboard, and Hotels Signboard in Ambon City]
DOI:
https://doi.org/10.26499/ttbng.v8i2.248Keywords:
Phrase Pattern, Signboard, Ambon City, Pola frasa, Papan Nama, Kota AmbonAbstract
The phenomenon of foreign languages application in public space is more endanger. There is an assumption that application of foreign language in stores signboard, clusters area signboard, and hotels signboard has more valuable than application of Indonesian language. That assumption causing Indonesian language become not popular. In fact, this assumption is not entirely correct. There are some stores, clusters area, and hotels which using Indonesian language still have high selling. This research will discuss about language situation in Ambon City, especially in stores signboard, clusters area signboard, and hotels signboard; and the applications of Indonesian language grammar in stores signboard, clusters area signboard, and hotels signboard. This study aims to find out level of compliance business owner in applications of Indonesian language grammar, especially in Ambon City. It is a qualitative description research. Researcher using data sample of stores signboard, clusters area signboard, and hotels signboard to analyze the structure of phrase. The conclusions of this research are most of stores signboard, clusters area signboard, and hotels signboard choosing foreign vocabulary than Indonesian vocabulary. The phrase pattern which using in stores signboard, clusters area signboard, and hotels signboard is M – D. The M – D is English phrases pattern. Fenomena penggunaan bahasa asing pada ruang publik semakin memprihatinkan. Penggunaan bahasa asing dalam penamaan toko, perumahan, dan hotel seolah-olah memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan kosakata bahasa Indonesia. Adanya anggapan tersebut semakin membuat bahasa Indonesia semakin tersisihkan. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Masih banyak nama toko, perumahan, dan hotel yang memiliki nilai jual yang tinggi walaupun menggunakan kosakata bahasa Indonesia. permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah kondisi penggunaan bahasa pada papan nama toko, perumahan, dan hotel di Kota Ambon; dan bagaimana penerapan kaidah kebahasaan pada papan nama toko, perumahan, dan hotel di Kota Ambon. Tujuan diadakan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat ketaatan penerapan kaidah bahasa Indonesia oleh pemilik usaha di Kota Ambon. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analisis. Peneliti menggunakan sampel nama-nama toko, perumahan, dan hotel di Kota Ambon untuk dianalisis struktur frasanya. Simpulan yang diperoleh yaitu mayoritas penamaan toko, perumahan, dan hotel di Kota Ambon lebih memilih menggunakan kosakata bahasa asing dibandingkan kosakata bahasa Indonesia. Pola frasa yang digunakan pada penamaan toko, perumahan, dan hotel di Kota Ambon yaitu M – D. Pola M – D merupakan pola frasa bahasa Inggris.References
Arifin, E. Z. & S. A. T. (2006). Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo.
Arifin, E. Z.; Sri Mulyani; dkk. (2017). Pembinaan dan Pengembangan Bahasa pada Era Teknologi Informasi. (J. H. Matanggui, Ed.). Tangerang: Pustaka Mandiri.
Bahasa, B. P. dan P. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta
Lagu Kebangsaan (2011). Indonesia.
Bank, Indonesia. (2010). Kajan Ekonomi Regional Provinsi Maluku. Ambon.
Dasuki, S. (2015). Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Ruang Publik di Kota Surakarta. In Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia (pp. 255–266). Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Retrieved from http://hdl.handle.net/11617/6369
Hasan, N. H. (2019). KETERKENDALIAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA “MEDIA LUAR RUANG” DI KOTA AMBON. Totobuang, 7(2), 247--260.
Kurniawati, W. (2018). Variasi Bahasa di Ruang Publik sebagai Industri Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0. In M. Dkk (Ed.), Prosiding Seminar dan Lokakarya Pengutamaan Bahasa Negara. Lanskap Bahasa Ruang Publik: Dimensi Bahasa, Sejarah, dan Hukum (pp. 509--532). Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Murniah, D. (2018). Ruang Publik Sarana Belajar Bahasa Indonesia. In Kongres Bahasa Indonesia XI 2018. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Retrieved from http://118.98.228.113/kbi_back/file/dokumen_makalah/dokumen_makalah_1540351921.pdf
Nasir, M. (1988). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Qodratillah, M. T. (2016). Tata Istilah. Jakarta: Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Sasangka, S. S. T. W. (2018). Gapura Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Elmatera.
Suhendar, H. M. E.; dkk. (1997). Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Downloads
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License

Jurnal Totobuang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








