RELASI HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA AMBAI, ANSUS, DAN SERUI LAUT DI KEPULAUAN YAPEN [Relationship of Religion Relationship Ambai, Ansus, and Serui Laut Languages in Yapen Islands]
DOI:
https://doi.org/10.26499/ttbng.v8i2.228Keywords:
Ambai language, Ansus language, Serui Laut language, kinship, lexicostatistics, bahasa Ambai, bahasa Ansus, bahasa Serui Laut, kekerabatan, leksikostatistikAbstract
This study examines the kinship relations of the Ambai, the Ansus, and the Serui Laut language spoken by people living in the Yapen Islands, Papua Province. These three languages are in the same archipelago, made it possible for the kinship of their vocabulary. It was proven to document the three languages through language research. This study uses a quantitative approach with a lexicostatistic method to describe the kinship relationship language among Ambai , the Ansus , and the Serui Laut language through a lexicostatistic way. The results showed that based on lexicostatistic calculations that the three languages related as a family of languages with a percentage of cognition that is between Ambai and Ansus by 57%, Ambai by Serui Laut by 67%, and Ansus by Serui Laut by 65%. While the separation time between Ambai and Ansus is estimated about 1,298 years ago, Ambai and Serui Laut were 963 years ago. Ansus and Serui sea were 994 years ago.Penelitian ini mengkaji tentang hubungan kekerabatan bahasa Ambai, Ansus, dan Serui Laut yang dituturkan oleh masyarakat di Kepulauan Yapen, Provinsi Papua. Ketiga bahasa ini berada di wilayah kepulauan yang sama sehingga memungkinkan adanya kekerabatan kosakata. Hal tersebut perlu dibuktikan dengan mendokumentasikan ketiga bahasa melalui penelitian kebahasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode leksikostatistik yang bertujuan mendiskripsikan hubungan kekerabatan bahasa Ambai, bahasa Ansus, dan bahasa Serui Laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga bahasa tersebut masih berkerabat sebagai keluarga bahasa dengan persentase kekognatan, yakni antara bahasa Ambai dengan bahasa Ansus sebesar 57%, bahasa Ambai dengan bahasa Serui Laut sebesar 65%, dan bahasa Ansus dengan bahasa Serui Laut sebesar 66%. Sementara, waktu pisah antara bahasa Ambai dan bahasa Ansus diperkirakan 1.298 tahun yang lalu, bahasa Ambai dengan bahasa Serui Laut diperkirakan berpisah 994 tahun yang lalu, dan antara bahasa Ansus dan bahasa Serui laut diperkirakan berpisah sekitar 963 tahun yang lalu.References
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2019). Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Jakarta.
Erniati. (2020). “Negeri Wakasihu Mempertahankan Bahasa Lokal’. Artikel yang dimuat di Harian Kabar Timur, Ambon, Maluku.
______. (2020). “Kekerabatan Bahasa Ambalau dan Bahasa Buru Berdasarkan Daftar 200 Kosakata Dasar Swadeh: Kajian Leksikostatistik”. Gramatika.3 (). Hlm. 60 – 73.
Fatinah, S. (2017). “Kekerabatan Bahasa Kulawi dan Bahasa Kaili di Sulawesi Tengah”. Kandai. 13 (2). Hlm.249—262.
Keraf, Gorys A. (2004). Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Mahsun. (2011). Dialektologi Diakronis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Pres.
Ruriana, Puspa. (2018). “Hubungan Kekerabatan bahasa Jawa dan Madura”. Kandai. 14(1). Hlm.15—30.
Sudaryanto, et.al. (2002). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana.
Suharyanto. (2016). “Kekerabatan Bahasa-Bahasa di Kawasan Utara Kabupaten Jayapura. Kibas Cenderawasih. 13 (2). Hlm. 187—198.
Summer International Linguistik. (2006). Bahasa-Bahasa di Indonesia. Jakarta:SIL Internasional Cabang Jakarta.
Sugiono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan dan R&D. Bandung:Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

Jurnal Totobuang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








