FENOMENA UNGKAPAN TRADISIONAL BAHASA SUNDA DI KOTA BANDUNG: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK [The Phenomenon of Sundanese Language Traditional Expression in Bandung City: Sociolinguistics Analysis]
DOI:
https://doi.org/10.26499/ttbng.v8i1.217Keywords:
ungkapan, bahasa Sunda, masyarakat tutur, ranah, fungsi bahasa, expression, Sundanese language, speech community, domain, language functionAbstract
The purpose of this study is describing the existence and utilization of Sundanese language traditional expressions in Bandung speech community today. The method was descriptive. Data collection techniques was done by direct interviews with informants in the field using Sundanese and in natural situation communication. The main informant was a culture-supporting community who really known-well the traditional expressions. The informant was assumed, at least, to understand it as a form of culture. Moreover, notes techniques was used too. The analytical method used distributional. The results showed that: there are 206 data traditional expressions which is still known by the people in Bandung. The sub-district that is still familiar with traditional expressions is Ujungberung with a percentage of 100%. The sub-district that is unknow-well of traditional expressions is Sumur Bandung with a percentage of 15%. In terms of usage, Sundanese language traditional expressions are still used in the domain of: family, intimate, neighborliness, education, government, employment, and religion. The function of using expessions is to remind, to advise, to admonish, to calm, to affirm, to appeal, and to express the feelings. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi dan penggunaan ungkapan tradisional bahasa Sunda yang ada di lingkungan masyarakat tutur Kota Bandung dewasa ini. Metode yang digunakan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung kepada informan di lapangan dengan menggunakan bahasa Sunda dan dalam situasi yang asli (natural situation communication). Informan utama yang dipilih adalah masyarakat pendukung budaya yang memahami ungkapan tradisional. Informan tersebut diasumsikan paling tidak mengetahui ungkapan tradisional sebagai sebuah bentuk kebudayaan. Di samping itu, digunakan pula teknik catat. Metode analisis yang digunakan adalah distribusional. Hasil analisis menunjukkan bahwa: ungkapan tradisional yang masih dikenal oleh masyarakat tutur di Kota Bandung berjumlah 206 data. Kecamatan yang masih mengenal ungkapan tradisional dengan baik adalah Ujungberung dengan jumlah persentase 100%. Kecamatan yang sudah tidak lagi mengenal ungkapan tradisional dengan baik adalah Sumur Bandung dengan jumlah persentase 15%. Dari segi penggunaan, ungkapan tradisional bahasa Sunda masih digunakan dalam ranah: keluarga, kekariban, ketetanggan, pendidikan, pemerintahan, kerja, dan agama. Fungsi penggunaan ungkapan untuk mengingatkan, menasihati, menegur, menenangkan, mengiaskan, mengimbau, dan mengungkapkan perasaan.References
BPS Kota Bandung. (2019). Diperoleh dari https://bandungkota.bps.go.id/publication/2019/08/16/bd52ff3d885d75c04ddcfb17/kota-bandung-dalam-angka-2019.html
Chaer, Abdul & Leonie Agustina (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal (Cetakan Kedua). Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Danandjaja, James. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti. Cet. VII.
Djajasudarma, T. Fatimah. (2010). Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian (Cetakan Ketiga). Bandung: Eresco.
Halliday,. M.A.K. dan Ruqaiya Hasan. (1992) Bahasa, Konteks, dan Teks (terjemahan). Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Handayani, Tri Vincentia, Asri Soraya Afsari, Ferli Hasanah. (2019). Mitos dalam Ungkapan Berbahasa Sunda dan Perancis. Jatinangor: Unpad Press.
RPJM Kota Bandung. (2018). diperoleh dari https://ppid.bandung.go.id/wp-content/uploads/2016/09/Peraturan-Daerah-No.-03-Tahun-2014-Rencana-Pembangunan-Jangka-Menengah-Daerah-RPJMD-Tahun-2013-2018.pdf.
Mujinem. (1993). Fungsi Folklor Lisan (Ungkapan Tradisional) dalam Kehidupan Orang Jawa. Cakrawala Pendidikan: Jurnal Ilmiha Pendidikan. 3(12). Edisi November 1993. 33-46.
Muhtadin, Teddi, Hera Meganova Lyra, Dian Amaliasari. (2012). Kekayaan Batin Kaum Intelektual Sunda Abad 16: Kajian Ungkapan Bahasa dalam Naskah Sunda Kuno di Kabupaten Garut. Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa. 10(2). Desember 2012.
Mahsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa: Strategi, Metode dan Tekniknya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Masduki, Aam (2015). Kearifan Lokal Orang Sunda dalam Ungkapan Tradisional di Kampung Kuta, Kabupaten Ciamis. Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya. 7(2). Edisi Juni 2015. 295 – 310.
Rahardi, Kunjana. (2009). Sosiopragmatik. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Sastrawijaya, M. Maryati, Teddi Muhtadin, Mimin Rukmini D. (2010). Kamus Idiom Sunda-Indonesia. Bandung: PT Kiblat Buku Utama.
Sibarani, Robert. (2012). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).
Sihwatik. (2017). Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna Ungkapan Tradisional Wacana Sorong Serah Aji Krama di Kabupaten Lombok Barat dan Relevansinya dalam Pembelajaran Mulok di SMP. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 3(1). Edisi April 2017. 93-103.
Sua, Andi Tenri. (2017, 11 Maret 2020). Bentuk, Fungsi, dan Nilai Ungkapan Bugis Masyarakat Bone. Diperoleh dari http://eprints.unm.ac.id/11205/1/ARTIKEL%20DISERTASI%20OK.pdf.
Sumarsono. (2013). Sosolinguistik. Yogjakarta: SABDA, Pustaka Pelajar.
Warnaen, Suwarsih. (1987). Pandangan Hidup Orang Sunda: Seperti Tercermin dalam Tradisi Lisan dan Sastra Sunda. Bandung: Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi) Dirjen Kebudayaan Depdikbud.
Widyastuti, Sri Harti. (2012). Kandungan Nilai Moral dalam Ungkapan Tradisional Jawa dan Pepatah Cina. LITERA: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 11 (1), Edisi April 2012. 147-157.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (Online). Tersedia di: http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php. Diakses 30 Maret 2020.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

Jurnal Totobuang is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








