ANTROPOLOGI SASTRA DALAM CERITA RAKYAT GADIS BERMATA BIRU DAN TOLIRE MA GAM JAHA [Literature Anthropology in Gadis Bermata Biru and Tolire Ma Gam Jaha]

Authors

  • Riskal Ahmad Staf Kantor Bahasa Maluku Utara

DOI:

https://doi.org/10.26499/ttbng.v8i2.183

Keywords:

Anthropology, folklore, gadis bermata biru, Tolire ma Gam Jaha, cerita rakyat

Abstract

Folklore, legend, fairy tales are the result of people's thoughts in the past that were born to answer the phenomena surrounded the community. The results of this thought are then acknowledged with high believes so that it becomes a guideline for connecting with other human beings and for their relationship with nature. This study aimed to describe the literary anthropology in the Gadis Bermata Biru folklore and describe the literary anthropology in the Tolire ma Gam Jaha folklore. This research is a type of library research. The data werean anthology of folklore titled Pohon Cengkih Berbuah Emas and Ternate Oral Literature. The method used in this research wasthe descriptive qualitative method. Based on the results of the analysis, obtained (1) three of the four aspects have been found in the folklore "Gadis Bermata Biru" by Muhammad Guntur, namely Past, Primordial, and Local Wisdom, (2) two of the four aspects have been found in folklore " Tolire ma Gam Jaha "by Mahdi Ahmad, Primordial and Local Wisdom. Cerita rakyat, legenda, dongeng, adalah hasil pemikiran masyarakat di masa lalu yang dilahirkan untuk menjawab fenomena-fenomena yang ada di sekitar masyarakat tersebut. Hasil pemikiran ini kemudian diakui kebenarannya dengan keyakinan yang tinggi sehingga menjadi suatu pegangan atau pedoman untuk berhubungan dengan manusia lain dan  hubungannya dengan alam sekitar. Penelitian  ini bertujuan  mendeskripsikan antropologi sastra dalam cerita rakyat Gadis Bermata Biru dan mendeskripsikan antropologi sastra dalam cerita rakyat Tolire ma Gam Jaha. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka. Data penelitian ini berupa antologi cerita rakyat yang berjudul Pohon Cengkih Berbuah Emas dan Sastra Lisan Ternate. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengungkap bahwa;  (1) tiga dari empat aspek tersebut telah ditemukan dalam cerita rakyat “Gadis Bermata Biru” karya Muhammad Guntur yaitu Masa Lampau, Primordial, dan Kearifan Lokal, (2) dua dari empat aspek tersebut telah ditemukan dalam cerita rakyat “ Tolire ma Gam Jaha” karya Mahdi Ahmad yaitu Primordial dan Kearifan Lokal.

References

Ahmad, Mahdi. (2014). Sastra Lisan Ternate. Depok: Yayasan Danau Indonesia.

Djirong, Salmah. (2014). Kajian Antropologi Sastra Cerita Rakyat Datumuseng dan Maipa Deapati. Jurnal Sawerigading Bahasa dan Sastra, 20(1), 215-226.

Endraswara. Suwardi. 2013. Budi Pekerti dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Anindita.

--------------. (2015). Metodologi Penelitian Antropologi Sastra. Yogyakarta: Ombak.

Gusnetti, Syofiani, R. I. (2015). Struktur Dan Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Cerita Rakyat Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Gramatika, 2, 183–192. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.22202/jg.2015.v1i2.1238

Hadari Nawawi, H. Murni Martini, Penelitian Terapan (Yogyakarta : Gajah Mada University Press,cet . 2, 1966).

https://www.tribunnewswiki.com/2019/10/31/suku-lingon-halmahera-utara-permata-biru-indonesia. Diakses pada tanggal 20 September 2020.

Ihsan, Bisarul dkk. (2018). Kajian Antropologi Sastra dalam Novel Ranggalawe: Mendung Di Langit Majapahit Karya Gesta Bayuadhy. Jurnal Pentas Ilmiah Pendidilan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 33-40.

Lantowa, Jafar dan Zilfa A. Bagtayan. (2017). Sistem Religi Masyarakat Jawa dalam Novel Mantra Pejinak Ular Karya Kuntuwijoyo (Kajian Antropologi Sastra). Jurnal Ikadbudi Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah. 6(1), 79-93.

Mukhtar. (2013). Metode Penelitian Deskriftif Kualitatif. Jakarta : GP Press Group.

Prasetiani, Dyah. (2014). Aspek Budaya pada Minwa Sebagai Identitas Sosial Budaya Masyarakat Jepang (Sebuah Kajian Antropologi Sastra). Jurnal Lingua Ilmu Bahasa dan Sastra.

Rafiek, M. (2013). Pengkajian Sastra: Kajian Praktik. Bandung: Refika Aditama.

Ratna, Nyoman Kutha. (2011). Antropologi Sastra Peranan Unsur-unsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sa’diyah, Umiatun (ed). (2017). Pohon Cengkih Berbuah Emas (Antologi Sayembara). Ternate: Kantor Bahasa Maluku Utara.

Semi, M. Atar. (1993). Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.

Sunarti, S. (2017). Kosmologi Laut Dalam Tradisi Lisan Orang Mandar Di Sulawesi Barat. Aksara, 29(1), 33. https://doi.org/10.29255/aksara.v29i1.99.33-48

Sutardi, Tedi. (2007). Antropologi Mengungkap Keragaman Budaya. Bandung: PT Setia Purna Inves.

Wahyuningsi, Endang. (2018). Pergeseran Nilai Budaya dalam Novel Canting Karya Arswendo Atmowiloto: Suatu Kajian Antropologi Sastra. Jurnal Kata Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra. 2(1), 326-335.

Downloads

Published

2020-12-21

How to Cite

Ahmad, R. (2020). ANTROPOLOGI SASTRA DALAM CERITA RAKYAT GADIS BERMATA BIRU DAN TOLIRE MA GAM JAHA [Literature Anthropology in Gadis Bermata Biru and Tolire Ma Gam Jaha]. TOTOBUANG, 8(2), 195–207. https://doi.org/10.26499/ttbng.v8i2.183

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.