REPRESENTASI MAKNA ADAT DALAM PAJAAQ DAYAK TONYOOI: ANALISIS WACANA KRITIS [Representation of Customary Meaning in Pajaaq Dayak Tonyooi: Critical Discourse Analysis]

Authors

  • Ali Kusno Kantor Bahasa Kalimantan Timur

DOI:

https://doi.org/10.26499/ttbng.v7i2.148

Keywords:

Pajaaq, Dayak Tonyooi, representasi makna, meaning representation

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan representasi beragam makna tentang hukum adat masyarakat adat Dayak Tonyooi yang terkandung dalam kesenian Pajaaq. Identifikasi melalui analisis dalam Pajaaq. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis Model Fairclough. Data penelitian diambil dari  Pajaaq: Ungkapan Kearifan Lokal Dayak Tonyooi dan Benuaq. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat memegang teguh hukum adat. Berbagai persoalan diselesaikan dengan hukum adat. Adat istiadat selalu dijunjung tinggi. Adat mengatur berbagai realitas kehidupan yang jelas aturannya. Adat dan tradisi diikuti sesuai dengan keadaan setempat. Adat masing-masing suku sudah memiliki ketentuan. Dewan adat menjadi solusi persoalan yang objektif. Tanda adat pada wajah harus diikuti agar tidak terkena tulah dan bencana. Orang besar/bangsawan selalu menjadi panutan. Masyarakat adat dalam menyelesaikan persoalan mengutamakan musyarawah keluarga dan adat. Kalau ada yang perlu dirundingkan, semua keluarga, atau tetua adat berkumpul bersama di suatu tempat. Jalan musyawarah mencari kata sepakat.  Para pemangku adat harus berlaku adil. Meskipun demikian, dalam penerapan hukum adat, ketidakadilan penerapan adat juga dirasakan masyarakat adat yang berperkara.This research aims to reveal the representation of diverse meaning towards society’s customary law of Dayak Tonyooi indigenous contained in the Pajaaq arts. The Identification through analysis in Pajaaq. This research uses a critical discourse analysis of the Fairclough Model. The research was taken from Pajaaq: Local Wisdom expression of Dayak Tonyooi and Benuaq. Data analysis techniques use an interactive model. The result of this research shows that indigenous peoples adhere to customary law: various issues are solved by customary law. Customs are always glorified. Custom regulates various life realities with obvious rules. Custom and traditions are followed according to local conditions. The customs of each tribe already had provisions. The customary council is an objective solution for the problem. Custom marks on the face must be followed  as a sign to be spared of plagues and disasters. Great people/nobles are always be a role model. Indigenous people resolve the issues through prioritize family and customs discussion. If there is something that needs to be negotiated, all families or traditional elders will gathering in one place. Deliberation is a way to seek for agreement. The customary rulers must be just. However, in the application of customary law, the injustice of custom implementation is also felt by indigenous people who have litigation.  

Author Biography

Ali Kusno, Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Jurnal  IlmiahGaya Bahasa Retoris Dahlan Iskan dalam Feature Manufacturing Hope yang Berjudul Presiden Baru tanpa Bulan Madu dan Telah Lahir: Sang Penari Langit Nasional (Tinjauan Retorika (Jurnal Jala Bahasa-Balai Bahasa Jawa Tengah )Kesantunan Linguistik Kalimat Imperatif oleh Guru dan Bunda Pengasuh kepada Anak di Taman Penitipan Anak Sanggar Rubinha Samarinda (JBSP Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin). Permainan Bahasa Humor Cak Lontong (Jurnal Lingua Unnes Semarang)Kesantunan Bertutur Orangtua Kepada Anak di Lingkungan Keluarga (Dinamika Ilmu IAIN Samarinda).Makna Bahasa Propaganda dalam Wacana (Spanduk dan Baliho) Tuntutan Otonomi Khusus Provinsi Kalimantan Timur (Kajian Semiotik) (Jurnal Parole Universitas Diponegoro)Kekhasan Gaya Bahasa Pidato Megawati dalam Konggres IV PDI Perjuangan (Jurnal LOA, Kantor Bahasa Kalimantan Timur)Penggunaan Gaya Bahasa Ustaz Yusuf Mansyur dalam Tausiah Berjudul Kun Fayakun(Tinjauan Retorika)(Jurnal Bebasan-Kantor Bahasa Banten)Analisis Wacana Kritis Teks berita Jawa Pos Terkait Penetapan Dahlan Iskan Sebagai Tersangka Kasus Gardu Induk PLN dan Mobil Listrik (Jurnal Medan Makna-Balai Bahasa Sumatra Utara). Propaganda dalam Konferensi Pers SBY Menanggapi Teror Bom di Hotel J.W. Marriott dan Ritz-Carlton serta Konferensi Pers Presiden Jokowi Menanggapi Teror Bom di Sarinah (Jurnal Sirok Bastra-Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung)Persepsi Setyo Novanto dan M. Riza Chalid tentang Karakter Presiden Jokowi (Analisis Wacana Transkrip Rekaman Percakapan ‘Papa Minta Saham’) (Jurnal CALLS FIB UNMUL).  Analisis Kritikan Pengguna Media Sosial terhadap Kinerja Pemerintah Kota Samarinda (Jurnal Totobuang Maluku)Representasi Mitos Jokowi dalam bayangan Surya Paloh pada Sampul Majalah Tempo (Medan Bahasa Balai Bahasa Jatim)Perkembangan fungsi pragmatik bahasa Indonesia pada Anak Usia 2,5 tahun (Jurnal Kadera Manado)Pesan Politik Megawati Soekarnoputri dalam Pidato Ulang Tahun ke-44 PDI Perjuangan. (Jurnal Kelasa Lampung)Gaya Bahasa dan Makna Unggahan SBY di Twitter Terkait Pernyataan Antasari Azhar: Kajian Analisis Wacana (Jurnal Bidar Palembang)Representasi Makna dalam Akun Facebook Presiden Jokowi (Jurnal Undas)Analisis Wacana kritis Unggahan Facebook Afi N.F. berjudul ‘Warisan’ (Telaga Bahasa Gorontalo)Perkembangan fungsi pragmatik bahasa Indonesia pada Anak Usia 5 tahun (Jurnal LOA)Persepsi FH Terkait Hak Angket KPK (Ranah Badan Bahasa)Asosiasi Pornografi pada Lirik Lagu Campursari (Jurnal Metalingua Balai Bahasa Jawa Barat)Pematuhan dan Pelanggaran Prinsip Kesopanan serta Fungsinya dalam Wacana Terkait Usulan Dana Aspirasi DPR di Ruang Publik Kompasiana (Jurnal Widyaparwa Balai Bahasa Yogyakarta)Karakteristik Gaya Bahasa kritikan Rizal Ramli: Kajian Analisis Wacana(Jurnal Aksara Balai Bahasa Bali)Bentuk-bentuk Pelanggaran Prinsip Kesopanan dalam Ceramah Keagamaan (Jurnal LiNGUA UIN Malang)Identifikasi Potensi Konflik Sosial Bernuansa SARA di Kota Samarinda dalam Percakapan Warga Grup Facebook Bubuhan Samarinda (Masyarakat dan Budaya LIPI)Pembentukan Stereotip Pemerintah Oleh HTI (Jurnal UNM)Teks Berita Republika Terkait Perceraian Ahok dan Veronica Tan (Jurnal Madah Balai Bahasa Riau). Representasi Makna Percintaan dalam Seni Tradisional  Tingkilan Kutai Kartanegara (Mlangun) Analisis Tuturan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Tuah Talino)Pelanggaran Kesonanan dalam Ceramah Habib Bahar bin Smith (Jalabahasa)  Makalah dalam ProsidingPelanggaran Prinsip Kesopanan pada Kasus Delik Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik (Seminar Prasasti, UNS Solo 2015)Mengungkap Kesalahan Ongen: Analisis Asosiasi Pornografi dalam Wacana Akun Twitter Yulius Paonganan (Ongen) (Seminar Tahunan Linguistik UPI Bandung 2016) . Identifikasi Potensi Konflik Sosial Bernuansa SARA di Kota Samarinda dalam Percakapan Warga Grup Facebook Bubuhan Samarinda (ICSSH LIPI 2016)Propaganda HRS Jeang Aksi GNPF MUI (Forum Linguistik UGM)    

References

Ahmadi F., Y. D. (2014). Analisis Wacana Kritis: Ideologi Hizbut Tahrir Indonesia Dalam Wacana Kenaikan Harga BBM 2013 di Buletin Al-Islam yang berjudul “Menaikkan Harga BBM: Nenaikkan Kemiskinan.” Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa, 12 (2)(Analisis Wacana Kritis), 253--265.

KBBI Daring. (2017). Retrieved September 24, 2017, from https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/propaganda

Masfufah, N. (2016). Fungsi dan Makna Peribahasa Dayak Benuaq: Kajian Etnolinguistik. Sirok Bastra, Volume 4 N. Retrieved from http://sirokbastra.kemdikbud.go.id/index.php/sirokbastra/article/view/81

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif. (T. R. (Penerjemah) Rohidi, Ed.) (I). Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Moleong, L. J. (1994). Metodologi Penelitian Kualitatif (25th ed.). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Purbani, W. (2009). Analisis Wacana Kritis dan Analisis Wacana Feminis. Retrieved February 3, 2016, from http://staff.uny.ac.id/system/files/pengabdian/dr-widyastuti-purbani-ma/analisis-wacana-kritis.pdf

Rampan, K. L. (2014). Pajaaq Ungkapan Kearifan Lokal Dayak Tonyooi dan benuaq (I). Sendawar: Bappeda Kutai Barat.

Yulianto. (2017). Peranan Hukum Adat Masyarakat Dayak Dalam Menyelesaikan Konflik Untuk Mewujudkan Keadilan dan Kedamaian. Jurnal RechtsVinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 6 Nomor 1,. Retrieved from https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=2ahUKEwjr_9S1-u_iAhVHyaQKHRzzCIcQFjAAegQIAxAC&url=https%3A%2F%2Frechtsvinding.bphn.go.id%2Fartikel%2FART%25203%2520JRV%2520VOL%25206%2520NO%25201.PDF&usg=AOvVaw251FK6TTTW203aDSOZ7etK

Downloads

Published

2019-12-30

How to Cite

Kusno, A. (2019). REPRESENTASI MAKNA ADAT DALAM PAJAAQ DAYAK TONYOOI: ANALISIS WACANA KRITIS [Representation of Customary Meaning in Pajaaq Dayak Tonyooi: Critical Discourse Analysis]. TOTOBUANG, 7(2). https://doi.org/10.26499/ttbng.v7i2.148

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.